Breaking News

    3 Cara Mengatakan kata “Tidak” kepada Anak Anda

    3 Cara Mengatakan kata “Tidak” kepada Anak Anda

    Kata “Ya” sering terasa lebih baik daripada kata “tidak”. Namun tidak berarti menjadi hal yang tepat untuk selalu dikatakan. Mengatakan  “Ya” mungkin akan menyenangkan orang lain, namun kita tidak tahu dampak yang ditimbulkannya nanti, bukan? Hal ini berlaku juga untuk anak-anak kita, mengatakan “Ya” mungkin akan membuat mereka senang dan puas, namun ada baiknya kita berani mengatakan kata “tidak” ketika hal tersebut diperlukan.Lalu, bagaimana caranya? Begini, Ayah Ibu.

    1. Berlatih

    Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita membuat rencana khusus sebelum kita berhadapan dengan sebuah permintaan, kemungkinan besar kita akan bertindak dengan cara yang sesuai dengan keinginan asli kita. Artinya kita harus banyak berlatih mengatakan kata “tidak” dan cari alasan yang tepat untuk mendasarinya.

    2. Mencari alasan yang jelas

    Mengatakan “tidak” akan lebih mudah saat kita mempunyai alasan yang jelas mengenai prioritas kita. Misalnya jika Anak Anda merengek ingin dibelikan ice cream namun Anda tahu ia sedang terkena flu, jelaskan hal tersebut kepadanya dan buat ia mengerti.

    3. Buat keputusan yang mutlak

    Psikolog Harvard Dan Gilbert telah terkenal menunjukkan bahwa ketika kita dapat mengubah pikiran kita, kita cenderung kurang senang dengan keputusan kita. Jadi, begitu kita menolak sesuatu, kita perlu berusaha memusatkan perhatian pada kebaikan yang akan datang dari mengatakan tidak, bukan penyesalan atau kesalahan yang mungkin kita rasakan. Mungkin Anda akan merasa bersalah ketika Anda mengatakan “tidak” kepada anak Anda dan merasa sedih karena keputusan Anda tersebut telah membuat ia menangis. Namun Anda harus fokus kepada dampak positif jangka panjang yang ditimbulkan dari keputusan Anda tersebut. Dalam kata lain, Anda harus tegas.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: