Breaking News

    3 Kiat Agar Tidak Terlalu “Baper” di Tempat Kerja

    3 Kiat Agar Tidak Terlalu “Baper” di Tempat Kerja

    Istilah baper (bawa perasaan) yang belakangan ini viral di kalangan anak muda dan kaum professional sering kali diasosiasikan dengan perasaan suka terhadap lawan jenis. Namun, baper di tempat kerja, tidak melulu tentang cinta, melainkan sikap sensitif terhadap tindakan orang lain kepada kita. Tak jarang kita terlalu memasukan kata-kata kasar atau makian rekan kerja ke dalam hati dan bahkan sampai ke kehidupan personal.

    Konsekuensinya, pekerjaan kita di kantor menjadi terganggu dan kita akan diselimuti keengganan ketika bekerja. Kita merasa sakit hati dan tidak nyaman berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan, juga tidak nyaman berada di lingkungan kantor.

    Perlu diingat bahwa kejadian semacam itu, tidak seharusnya terjadi. Bagaimanapun juga, rasa sedih di tempat kerja akan merusak mood sepanjang hari dan menurunkan produktivitas. Jika Anda merasa terlalu sensitif, bagaimana cara menanganinya agar pekerjaan Anda di kantor tidak terganggu? Berikut adalah tips dari Marie Forleo seperti dikutip dari themuse.com.

    1) Start your day smart

    Mulailah hari Anda secara cerdas. Bagaimana caranya? Salah satu kuncinya adalah : fokus.  Sebelum memulai hari yang baru pastikan bahwa Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Dengan demikian Anda bisa mengontrol kegiatan Anda. Fokuslah pada kegiatan yang benar-benar penting untuk Anda dan menumbuhkan perasaan positif bagi Anda. Dengan penjadwalan tersebut, Anda tidak akan terjebak dalam situasi “tidak tahu harus melakukan apa” yang potensif menimbulkan peluang Anda merasa dijatuhkan oleh energi negatif rekan-rekan kerja Anda.

    2) Mempertimbangkan Sumber atau Siapa yang membuat Anda Sakit Hati

    Ketika Anda mendengar perkataan atau melihat perbuatan teman Anda yang membuat Anda sakit hati, jangan langsung memasukkan perkataan mereka ke dalam hati. Akan tetapi, diamlah beberapa saat dan renungkan, mengapa orang tersebut bisa mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan. Cara ini cukup efektif untuk menangkal segala jenis situasi tidak nyaman yang diciptakan orang lain terhadap kita.

    Tidak melulu semua kesalahan adalah tentang diri kita melainkan bisa jadi mereka. Mungkin justru orang yang membentak Anda adalah orang yang suasana hatinya sedang kacau. Atau mungkin orang tersebut memang dikenal memiliki perangai yang tidak baik. Atau bisa jadi perkataan rekan kerja Anda tersebut berupa kritik yang membangun. Renungkanlah dan bersikaplah positif dengan selalu berani berkata, “I’ll do better”.

    3) Hitung sampai 5 dan kemudian katakan “bye”

    Jika sikap seseorang telah membuat Anda tersinggung, rasakan sensasi kesakitan “fisik”nya, tetapi jangan menggunakan mental drama. Seperti saat kaki Anda tersandung meja, Anda akan berteriak kesakitan, tetapi setelah rasa sakit itu pergi, Anda tidak lantas memainkan drama dengan menyalahkan kaki meja atau siapa pun yang manaruh meja di tempat tersebut. Sama halnya dengan rasa sakit yang disebabkan oleh orang lain, rasakan sakitnya, kemudian Anda hitung sapai lima dan berlakulah cuek pada perkataan tersebut.

    Marie juga berpesan bahwa rasa sensitif yang kita miliki pada dasarnya adalah sebuah kekuatan yang membantu kita untuk lebih efektif dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, ketika kita merasa terlalu sensitive, tidak seharusnya kita membuat diri kita menjadi lebih “bebal” tetapi justru membuat diri kita menjadi lebih “smart”. Lebih cerdas dalam mengelola sesitivitas tersebut.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: