Breaking News

    3 Langkah Melakukan Training Needs Analysis (TNA)

    3 Langkah Melakukan Training Needs Analysis (TNA)

    Inti dari setiap program training yang efektif adalah mengidentifikasi dengan benar apa atau siapa yang perlu dilatih. Training Needs Analysis (TNA) yang dilakukan dengan buruk dapat menyebabkan training dengan kompetensi yang salah; Orang yang salah; dan metode pembelajaran yang salah.

    Menurut penelitian berjudul The Science of Training and Development in Organizations: What matters in practice,  menunjukkan dengan jelas bahwa cara training dirancang dan disampaikan dapat sangat mempengaruhi keefektifannya.

    Apa yang terjadi dalam training bukanlah satu-satunya hal yang penting, namun penting untuk fokus pada apa yang terjadi sebelum dan sesudah training. Training Needs Analysis merupakan langkah awal yang penting dalam rancangan instruksional. Ini membantu Anda mengidentifikasi kebutuhan training dan jenis training apa yang dibutuhkan. Training Needs Analysis juga membantu Anda mendapatkan cara yang paling efektif untuk memenuhi persyaratan training.

    Langkah 1: Analisis Organisasi

    Tentukan prioritas training bersama anggota tim Anda dan pastikan bahwa ada keselarasan yang jelas antara tujuan training dan tujuan bisnis. Tuliskan hasil bisnis yang diinginkan. Lihat juga kesiapan organisasi untuk training tersebut. Ini melibatkan identifikasi dan penghapusan (atau setidaknya meminimalkan) hambatan yang mungkin membuat training kurang efektif.

    Semakin banyak pemimpin menunjukkan bahwa training itu penting bagi sebuah organisasi, akan semakin baik hasil training tersebut.

    Langkah 2: Analisis Tugas

    Analisis tugas adalah pemecahan pekerjaan secara sistematis ke bagian-bagian komponennya. Tujuan dari analisis tugas kerja adalah untuk menghasilkan daftar tugas yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu, dan kemudian untuk setiap tugas, untuk mengidentifikasi keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan tugas tersebut. Ini akan memberikan dasar yang kokoh untuk disain training Anda. Informasi dari bagian analisis ini harus digunakan untuk menentukan apa yang harus disertakan dalam training dan menentukan standar kinerja.

    Analisis tugas biasanya dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari pemateri melalui wawancara, fokus kelompok, atau survei. Hasil akhir harus mencakup penjelasan rinci tentang aktivitas manual, aktivitas mental, durasi tugas dan frekuensi, peralatan yang diperlukan, dan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan tugas yang diberikan.

    Sebagai bagian dari analisis tugas, waspadalah terhadap perbedaan antara hal-hal yang dibutuhkan seseorang untuk mengetahui informasi yang harus mereka akses. Hal ini dapat memberi dampak besar pada disain pelatihan Anda: Mengajar orang bagaimana dan di mana mencari informasi yang sesuai dengan pekerjaan dapat lebih efektif daripada mengharuskan mereka menghafal informasi tertentu.

    Terakhir, analisis persyaratan kerja tim bisa menjadi bagian yang sangat membantu dalam analisis kebutuhan training. Tugas dan kompetensi yang terkait dengan tim mungkin hilang dari bentuk analisis tugas lainnya. Analisis tugas tim membantu menyoroti pola koordinasi di antara pekerjaan. Informasi yang terungkap dalam analisis tugas tim dapat digunakan untuk menentukan tujuan training dan menentukan karyawan mana yang harus mengikuti training bersama. training yang efektif mencakup training kerja tim secara umum serta training tentang bagaimana menyelesaikan tugas-tugas khusus bersama-sama.

    Langkah 3: Analisis Individu

    Analisis ini mengidentifikasi siapa yang telah menguasai – dan siapa yang perlu belajar – keterampilan dan kompetensi yang ditentukan dalam tahap analisis tugas sebelumnya. Ini akan membantu Anda menargetkan training Anda di area tersebut dengan kesenjangan terluas antara status quo dan hasil yang diinginkan.

    Analisis individu dapat membantu Anda memahami karakteristik orang-orang yang akan berpartisipasi dalam training. Misalnya, Anda mungkin menemukan bahwa mereka terutama adalah pekerja muda. Dalam kasus ini, Anda mungkin sengaja merancang training Anda untuk beresonansi dengan kaum millenial.

    Ingatlah bahwa karyawan biasanya tidak begitu bagus di area identifikasi diri dimana mereka membutuhkan training. Ada fenomena yang dipelajari dengan baik di mana orang-orang yang melakukan sesuatu dengan buruk sering sangat yakin akan kemampuan mereka. Inilah salah satu alasan mengapa training needs analysis yang sistematis sangat penting.

    TNA adalah langkah pertama dan mungkin yang paling penting untuk memastikan sumber daya pelatihan organisasi Anda digunakan dengan paling efektif. Para ahli sangat menganjurkan untuk melakukan TNA yang sistematis dan menyeluruh. Ini akan membantu Anda memahami sepenuhnya konteks organisasi, untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan, dan untuk mengidentifikasi karyawan dan tim mana yang paling membutuhkan training.

     

    sumber:

    www.knowledgewave.com

    www.xperth.coma

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: