Breaking News

    4 Strategi Mencari Kerja yang Salah dan Bagaimana Memperbaikinya

    4 Strategi Mencari Kerja yang Salah dan Bagaimana Memperbaikinya

    Terkadang seorang job seeker menyadari bahwa banyak kesalahan yang ia lakukan saat mengirimkan lamaran. Mulai dari lupa meng-attach CV, mengirimkan CV yang belum diperbaharui, sampai cover letter yang salah alamat.

    Meski menyadari kesalahannya, ia masih saja melakukan kesalahan yang sama. Di sisi lain terkadang seorang job seeker merasa bahwa ia sudah melakukan hal yang benar. Namun ternyata, apa yang sudah ia lakukan tidak sepenuhnya benar.

    Sayangnya, strategi yang sama ini terus menerus diaplikasikan dalam mencari pekerjaan. Jika Anda menyadari akan kesalahan tersebut, segera ganti strategi Anda dalam mencari pekerjaan. Sebelum mengganti strategi tersebut, alangkah lebih baiknya Anda menyimak tips yang diramu oleh The Muse.

    1. Melamar Sebanyak Mungkin Lowongan yang Ada

    Anda berpikir bahwa semakin banyak resume yang dikirimkan, maka semakin besar kemungkinan akan dipanggil wawancara. Kenyataannya tidak seperti itu. Hampir semua pelamar melakukan hal yang sama. Nyatanya, mengirimkan lamaran sebanyak mungkin memberikan 3 (tiga) arti; 1) Anda tidak benar-benar mengetahui apa yang Anda inginkan; 2) Anda terlihat sangat putus asa; 3) Anda tidak memahami iklan lowongan tersebut.

    Bagaimana cara memperbaikinya?

    Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Daripada Anda melamar ke setiap lowongan pekerjaan yang ada, cobalah untuk membuat daftar perusahaan mana yang Anda inginkan dan pekerjaan seperti apa yang Anda mau. Tentu saja ini membutuhkan waktu. Sambil menunggu adanya lowongan pekerjaan di perusahaan yang Anda inginkan, perbaikilah resume dan cover letter Anda.

    Tunjukkan pengalaman kerja Anda yang relevan, perhatikan spelling dalam resume dan cover letter, dan carilah orang yang tepat untuk mengirimkan resume Anda. Untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan memang dibutuhkan kesabaran namun kesempatan Anda untuk dipanggil wawancara akan lebih besar.

    2. Melamar Segera Setelah Iklan di Pasang

    Anda telah membuat daftar perusahaan dan pekerjaan yang Anda inginkan. Beruntungnya Anda, ternyata mereka membuat iklan sesuai dengan yang Anda inginkan. Tanpa pikir panjang, Anda langsung mengirimkan resume dan cover letter Anda. Anda ingin menjadi orang pertama yang dilihat oleh hiring manager sehingga ia langsung memanggil Anda. Namun kenyataannya tidaklah seperti itu.

    Bagaimana cara memperbaikinya?

    Berilah waktu jeda sehari setelah iklan lowongan pekerjaan tersebut dipasang. Daripada terburu-buru mengirimkan resume, alangkah lebih baiknya jika Anda mengecek resume Anda terlebih dahulu. Perhatikan dengan detail resume yang Anda kirimkan. Apakah sudah benar spelling-nya, apakah masih ada yang perlu ditambahkan untuk menunjang posisi yang Anda lamar, dan sebagainya. Minta tolonglah teman Anda untuk me-review resume Anda. Akan menjadi bonus jika Anda mendapatkan masukan dari teman Anda yang sudah bekerja di perusahaan tersebut.

    3. Mengirimkan Resume Pada Orang yang Salah

    Anda sudah mendapatkan kontak yang Anda inginkan. Anda pun sudah bertanya-tanya padanya mengenai perusahaan tersebut. Anda lalu mengirimkan resume Anda kepadanya. Namun ternyata bukan dialah orangnya. Anda kemudian memintanya untuk mem-forward resume yang Anda inginkan pada orang yang tepat.

    Bagaimana cara memperbaikinya?

    Anda memang bisa dan bahkan disarankan untuk mencari kontak yang tepat dalam mengirimkan lamaran Anda. Bahkan jika dia bukan orang yang tepat namun ia menawarkan untuk meneruskan lamaran Anda pada orang yang tepat, itu akan jauh lebih baik. Namun nyatanya, tidak semuanya seperti itu. Kirimkanlah lamaran sesuai dengan prosedur yang ada.

    4. Mengirimkan Lamaran Pada Posisi yang Tidak Tepat

    Terkadang setiap orang ingin mencoba hal baru dalam hidupnya. Termasuk dalam memilih pekerjaan yang baru dan mungkin berbeda dengan pengalaman Anda sebelumnya. Hal ini memang baik bagi Anda, dan siapa tahu ternyata memang Anda lebih baik dibanding yang Anda pikirkan. Namun terdapat sedikit perbedaan antara melamar untuk posisi yang berbeda dan melamar untuk posisi yang tidak akan Anda dapatkan.

    Contohnya, Anda ingin melamar pekerjaan dengan level eksekutif padahal pengalaman kerja Anda baru tiga tahun, menjadi kepala departemen padahal Anda tidak pernah menjadi pemimpin sebelumnya, atau melamar sebagai manajemen produk hanya karena posisi tesebut keren. Setiap orang berpikir bahwa mereka dapat menutupi kekurangan pengalaman mereka dengan passion yang besar dan resume yang keren. Namun nyatanya, hiring manager tidak berpikir seperti itu.

    Bagaimana cara memperbaikinya?

    Carilah pekerjaan yang tepat. Carilah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang Anda miliki. Lagi-lagi, hal ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun yakinlah bahwa usaha dan kesabaran yang Anda lakukan akan memberikan hasil yang baik pula.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: