Breaking News

    5 Tips Mengajari Anak untuk Berbagi

    5 Tips Mengajari Anak untuk Berbagi

    Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memiliki naluri untuk berbagi dan membantu orang lain sejak mereka masih sangat kecil. Anak-anak, tampaknya, memiliki dorongan alami yang kuat untuk bersikap baik dan murah hati. Nah, 5 tips berikut dapat membantu Anda mengajari anak berbagi agar sikap tersebut tetap tertanam sampai ia dewasa:

    1. Menjadi contoh yang baik

    Anak-anak cenderung bersikap baik dan murah hati ketika mereka memiliki setidaknya satu orang tua yang perilakunya bisa ia tiru. Namun baru-baru ini, penelitian oleh Mark Ottoni-Wilhelm dari Universitas Indiana menekankan bahwa penting juga bagi orang tua untuk memberitahu anak-anak mereka tentang kemurahan hati. Misalnya dengan memberi tahu alasan mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan. Dengan begitu, Anda secara eksplisit mendorong kesadaran anak Anda  berperilaku sama.

    2. Bantu mereka mengerti kebutuhan

    Agar anak-anak merasa terdorong untuk membantu orang lain, pertama-tama mereka harus menyadari bahwa bantuan mereka sebenarnya dibutuhkan. Di sini orang tua dapat memanfaatkan kecenderungan kuat anak-anak untuk empati yang memungkinkan mereka mengatasi emosi dan kebutuhan orang lain. Studi menunjukkan bahwa anak-anak lebih cenderung membantu orang yang membutuhkan saat mereka mencoba melihat dunia melalui mata mereka atau mengidentifikasi hal-hal yang mereka miliki bersama. Hubungan pribadi dan manusia dengan seseorang membuat kebutuhan orang itu terasa lebih nyata, sulit untuk diabaikan, dan dengan demikian memotivasi kita untuk meringankan penderitaannya.

    3. Bantu mereka melihat dampaknya

    Beri tahu mereka bahwa mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar dari kemurahan hati mereka – dan karenanya lebih termotivasi untuk memberi lagi – jika mereka dapat melihat dampaknya terhadap orang lain. Ajarkan mereka bahwa kebahagiaan adalah membuat orang lain bahagia. Ucapan terimakasih orang lain terhadap bantuan yang kita berikan akan membuat kita lebih bahagia.

    4. Buatlah bagian dari siapa mereka

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ketika orang memberikan sesuatu yang memiliki makna pribadi atau kepentingan yang lebih besar bagi diri mereka sendiri, mereka sebenarnya merasa lebih berkomitmen terhadap alasannya, dan lebih cenderung terus mendukung hal tersebut.

    Misalnya ajarkan ia bahwa menjadi relawan atau menyumbangkan uang mereka adalah cara untuk menggunakan bakat pribadi mereka untuk kebaikan yang lebih besar. Ajari mereka konsep memberi dan melayani.

    5. Beri mereka pilihan

    Meskipun ada beberapa upaya yang bermaksud baik untuk melibatkan anak-anak menjadi relawan dsb., beberapa dekade penelitian menemukan bahwa ketika orang dipaksa melakukan sesuatu untuk orang lain, atau bahkan dipaksa untuk melakukannya melalui penghargaan eksternal, mereka akan menganggap diri mereka kurang altruistik dan karenanya merasa kurang termotivasi untuk membantu orang lain dalam jangka panjang.

    Maka penting untuk diingat bahwa ada berbagai bentuk pemberian: menawarkan diri pada waktu seseorang, menyumbangkan uang atau barang, meminjamkan bakat seseorang kepada suatu sebab. Tidak hanya beberapa yang lebih sesuai untuk usia yang berbeda, namun beberapa juga lebih sesuai untuk anak-anak yang berbeda. Memberi anak-anak kebebasan untuk memilih apa yang paling sesuai untuk mereka akan meningkatkan peluang bahwa mereka akan merasa nyaman dengan kemurahan hati mereka dan bertahan dengannya.

    Perlu diingat bahwa kita semua, sebagai seorang manusia, saling berhubungan satu sama lain. Dan pemberian hanyalah pengingat akan hubungan kemanusiaan kita dengan orang lain.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: