Breaking News

    6 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku OCB

    6 Faktor yang Mempengaruhi Perilaku OCB

    Seseorang melakukan OCB tentu tidak serta—merta dengan cuma-cuma. Pasti ada beberapa faktor pendorong mengapa si karyawan melakukan perilaku OCB di dalam organisasinya.

    Mari kita lihat apa saja sih faktor yang dapat mempengaruhi seseorang melakukan OCB?

    1. Budaya dan Iklim Organisasi

    Hal ini bisa menjadi hal yang sangat kuat terciptanya perilaku OCB. Budaya dan Iklim Organisasi yang positif dan kuat akan membuat karyawan saling menghargai, saling percaya, dan saling menolong satu sama lain. Atasan organisasi tentu menginginkan karyawan yang loyal, sportif dan bersedia ingin melakukan pekerjaan diluar uraian pekerjaannya.

    Jika terciptanya iklim keterbukaan anatar sesama karyawan dan karyawan dengan atasan maka diharapkan perilaku-perilaku yang hanya berorientasi pada diri sendiri ini bisa berkurang—dan membentuk periaku berorientasi untuk saling antara sesama karyawan, atasan bahkan organisasi nya sekalipun.

    2. Suasana hati/mood

    Hal ini meskipun terlihat sederhana—namun nyatanya sangat berpengaruh sekali pada kinerja bekerja seseorang. Kemauan seseorang untuk saling membantu orang lain pun timbul dari suasana hatinya. Maka perlu nya kita dalam mengatur suasana hati agar selalu stabil dan baik. Perihal kepribadian itu bisa dikatakan sebuah karakteristik yang tetap, namun masalah hati dapat berubah-ubah. Sesama karyawan pun perlu saling menjagasuasana hati dari masing-masing, karena hal ini akan berdampak pada suasana dan kinerja bekerja.

    3. Jenis Kelamin

    Hal ini sebenarnya tidak berpengaruh secara signifikan, hanya saja dalam membicarakan jenis kelamin, tentu wanita terlihat yang lebih menonjol perihal pembentukan relasi. Setuju? Rasa tolong-menolong pun lebih banyak dirasakan dan ditunjukkan oleh wanita—meskipun lelaki pun tidak jarang melakukan hal serupa.

    4. Masa lama bekerja

    Pada kenyataanya, seseorang yang sudah lama bekerja pada sebuah organisasi akan merasa memiliki kedekatan dan keterikatan yang kuat dengan organisasi tersebut. Hal ini sangat memacu terjadinya perilaku OCB, masa lama bekerja akan menumbuhkan rasa percaya diri pada karyawan dan menimbulkan rasa percaya juga positif terhadap organisasi nya.

    5. Persepsi terhadap dukungan organisasional

    Dukungan dari sebuah organisasi tempat seseorang bekerja berpengaruh dalam pembentukan perilaku OCB dan ini sangat penting. Mendapatkan dukungan menjadikan seseorang merasa dihargai atas segala apa yang sudah dikerjakannya. Merasa mendapatkan perhatian dari sebuah organisasi juga menjadikan seorang karyawan ingin melakukan timbal balik dengan memberikan sesuatu yang terbaik untuk organisasi nya. Setuju?

    6. Persepsi terhadap kualitas Interaksi Atasan-Bawahan

    Adanya interaksi yang baik antara atasan dan bawahan dapat menumbuhkan sikap saling percaya dari masing-masing diantara mereka. Hal ini pun akan berdampak pada kepuasan bekerja dan produktivitas bekerja. Apabila interaksi antara atasan dan bawahan tinggi maka seorang atasan akan menaruhkan sikap poitif pada bawahannya, pun sebaliknya bawahan akan merasa termotivasi untuk memberikan lebih kinerja bekerja nya terhadap organisasi tersebut.

    Jadi apakah HRs sudah menanamkan 6 faktor tersebut?

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: