Google Analytics Alternative

LGD vs FGD

LGD vs FGD

Karies, kalian pasti sudah sering mendengar istilah LGD dan FGD, terutama dalam proses seleksi karyawan. ‘Serupa tapi tak sama’ begitulah pepatah yang dapat menjelaskan hubungan antara LGD dengan FGD. Banyak orang yang berasumsi bahwa LGD dan FGD merupakan sebuah teknik yang sama, karena berbasis diskusi dalam kelompok. Namun tahukah kalian bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kedua teknik tersebut? Apakah itu? Yuk kita simak penjelasan dibawah ini.

Dalam FGD (Focus Group Discussion), diskusi yang dilakukan berfokus pada sebuah tema yang telah ditentukan sebelumnya. Sifat kelompok juga cenderung lebih homogen. FGD bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap suatu isu dan akhirnya memunculkan kesepakatan dan pemahaman baru atas isu tersebut.  Perbedaan selanjutnya juga dapat dilihat dari peran asesor. Pada FGD, seorang asesor berperan sebagai fasilitator kelompok. Ia yang akan menentukan alur diskusi yang berlangsung. Seorang fasilitator memiliki hak untuk mendorong peserta yang dianggap pasif untuk lebih mengungkapkan pendapat yang mereka miliki. Selain itu, ia pun dapat menghentikan para peserta yang dianggap terlalu dominan di dalam kelompok.

Disisi lain, dalam LGD (Leaderless Group Discussion), seluruh proses diskusi diserahkan kepada kelompok. Sesuai dengan namanya, tidak ada penunjukkan pemimpin kelompok dalam teknik ini. Setiap anggota tim memiliki kebebasan yang sama untuk mengutarakan pendapat maupun ide-ide yang mereka miliki. LGD juga biasanya ditujukan untuk mencari data mengenai anggota diskusi. Dalam hal inilah peran asesor mulai terlihat. Ia yang melakukan penilaian terhadap gaya komunikasi, kerja sama kelompok, proses analisa masalah, dan bagaimana peran peserta dalam kelompok tersebut. Disisi lain, asesor tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam diskusi yang dilakukan oleh kelompok. Nah, teknik LGD ini yng biasanya digunakan dalam proses seleksi kerja.

Related posts

Leave a Reply

%d bloggers like this: