Breaking News

    Anorexia Nervosa dan Fungsi Kognitif

    Anorexia Nervosa dan Fungsi Kognitif

    Anorexia nervosa adalah penyakit kesehatan mental. Anoreksia dapat terjadi pada orang dari segala umur, jenis kelamin, orientasi seksual, ras, dan etnis. Meskipun kelainan yang sering dimulai pada remaja, anak-anak, orang dewasa dan bahkan yang lebih tua juga didiagnotis dan anoreksia. Orang yang terkena anoreksia akan memiliki tubuh yang sangat kurus, bahkan terlalu kurus hingga nampak tulang-tulangnya, tetapi tetap dipersepsikan gemuk oleh penderitanya.

    Akibatnya, mereka tidak mau makan, diet berlebihan atau makan terlalu sedikit untuk menjaga kesehatan. Meski memiliki berat badan kurang, mereka sering mengalami kecemasan terkait keyakinan bahwa mereka kelebihan berat badan dan terus berusaha menurunkan berat badan. Sementara kondisinya lebih sering terjadi pada anak perempuan dan dibandingkan laki-laki dan sekarang diyakini mempengaruhi lebih banyak anak laki-laki daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    Anoreksia bukanlah kelainan sederhana. Ini memiliki banyak gejala dan efek serta penyebabnya yang kompleks juga. Saat ini, diperkirakan anoreksia nervosa berkembang akibat beberapa faktor, baik biologis maupun lingkungan. Penyebab anoreksia nervosa tidak diketahui dengan pasti. Seperti banyak penyakit, ini mungkin kombinasi faktor biologis, psikologis dan lingkungan.

    Penanganan anoreksia melalui aspek psikologis
    Sejumlah pengobatan psikologis bisa diterapkan untuk mengobati anoreksia. Salah satu contoh metode penanganan anoreksia melalui aspek psikologis adalah melalui terapi perilaku untuk mengubah pola pikir negatif. Perilaku seseorang biasanya merupakan buah dari pola pikirnya. Begitu pula sebaliknya, tingkah laku dapat membentuk pola pikir juga. Oleh karena itu, melalui terapi perilaku kognitif, ahli terapi akan berusaha membantu pasien mengubah pemikiran negatif mengenai makanan dan penampilan menjadi suatu pola pemikiran yang positif dan realistis, sehingga diharapkan perilaku menyimpang pasien dapat hilang.

    Metode penanganan kedua adalah melalui terapi kognitif analitik dengan menelusuri masa lalu pasien. Terapi ini didasarkan kepada teori yang menyatakan bahwa masalah kesehatan mental termasuk anoreksia disebabkan oleh pola pikir dan tingkah laku tidak sehat yang dibentuk sejak pasien masih kanak-kanak atau remaja.

    Metode penanganan ketiga adalah dengan terapi interpersonal untuk mengkaji lingkungan penderita. Terapi ini mendasarkan teori kepada hubungan lingkungan dengan anoreksia yang mana lingkungan dan orang di sekitar memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk keadaan psikologis pengidap. Teori tersebut menyimpulkan bahwa kepercayaan diri yang rendah serta rasa cemas yang dialami pengidap timbul dari interaksinya dengan orang-orang di sekitar.

    Selama terapi ini, ahli terapi akan berusaha menelaah hal-hal negatif yang berkaitan dengan hubungan interpersonal pasien dan mencari tahu cara mengatasi hal-hal negatif tersebut.

    Sumber:
    http://www.alodokter.com/anoreksia-nervosa/pengobatan
    http://www.kursksalvage.com/apa-itu-anorexia-nervosa

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: