Breaking News

    Apa itu Ego State Therapy?

    Apa itu Ego State Therapy?

    Pernahkah mengalami satu atau dua dari tiga hal berikut:

    1. Kita seringkali bimbang untuk memutuskan sesuatu perkara penting. Di dalam diri seolah ada bagian-bagian yang saling bertolak belakang dengan keinginan kita sendiri.
    2. Seringkali terjadi kita merasa tidak nyaman atau merasa bersalah setelah melakukan suatu tindakan, sedangkan sebelum dan ketika melakukan tindakan tersebut kita merasa sangat yakin.
    3. Bahkan saat hendak bangun di pagi hari pun seringkali ada bagian diri yang ingin bangun dan ada bagian lain yang masih ingin melanjutkan tidur.

    Sementara itu tujuan Ego State Therapy adalah sebagai berikut:

    1. Mengalokasikan ego state dimana adanya kesakitan, trauma, kemarahan, atau frustrasi dan memfasilitasi ekspresi, melepaskan emosi negatif, memberikan rasa nyaman, dan memberdayakan diri.
    2. Untuk memfasilitasi fungsi komunikasi diantara ego state.
    3. Untuk menolong klien mengenal ego state mereka dengan tujuan untuk digunakan sebagai keuntungan untuk klien kita.
    4. Mengatasi konflik dalam diri.

    Terapi ego state dapat digunakan untuk kasus-kasus psikologis diantaranya yaitu : depressi, penyesalan, dendam yang tidak terselesaikan, serangan panik, phobia, tidak percaya diri, multiple personality, schizophrenia, post traumatic stress disorder, addiction, kemarahan, relationship (couples counseling), pain psychosomatic, personal development (mental block).

    Apa saja sih yang bisa ditangani oleh Ego State Therapy?

    Ego state therapy termasuk ilmu yang sangat handal, simpel dan powerfull. Ego state therapy bisa digunakan untuk semua kasus yang berkaitan dengan gangguan dipikiran manusia. Karena menurut para ahli mengenai teknologi pikiran bahwa 70% penyakit disebabkan oleh gangguan pikiran dan sisanya disebabkan oleh kuman, virus dan bakteri.

    Ini beberapa hal yang bisa ditangani oleh Ego state therapy seperti : Multiple Personality, Post Traumatic Stress Disorder, Addiction, Depresi dan kemarahan, Panic attack, relationship khususnya hubungan suami isteri, personal development khususnya mental block, trauma, obsesive compulsive behaviour, kesedihan dan kehilangan, kinerja kerja serta lainnya.
    Bila dilihat, hampir semua masalah manusia bisa ditangani dengan baik dan rata-rata dalam melakukan konseling dan coaching hanya dilakukan dengan singkat dan jauh lebih cepat dalam melakukan konseling dan coachingnya.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: