Breaking News

    Apa yang Terjadi pada Otak ketika Manusia Fatigue?

    Apa yang Terjadi pada Otak ketika Manusia Fatigue?

    Kelelahan (fatigue) merupakan suatu kondisi suatu kondisi yang telah dikenali dalam kehidupan sehari-hari. Istilah kelelahan pada umumnya mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Secara harafiah, fatigue dapat diartikan secara sederhana sama dengan kelelahan yang sangat (deep tiredness), mirip stres, bersifat kumulatif. Fatigue juga kerap dikaitkan dengan kondisi non-patologis yang dapat membuat kemampuan seseorang menurun dalam mempertahankan kinerja yang berhubungan dengan stres fisik maupun mental; atau, terganggunya siklus biologis tubuh (jet lag). Kelelahan kerja menurut Tarwaka (2004), merupakan suatu mekanisme perlindungan agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut, sehingga dengan demikian terjadilah pemulihan setelah istirahat.

    Kelelahan mempengaruhi kapasitas fisik, mental, dan tingkat emosional seseorang, dimana dapat mengakibatkan kurangnya kewaspadaan, yang ditandai dengan kemunduran reaksi pada sesuatu dan berkurangnya kemampuan motoric.

    Tapi Benarkah kelelahan otak juga membuat fisik lelah?
    Fakta menunjukkan bahwa kerja otak tidak akan membuat kita lelah. Hal ini terdengar mustahil memang. Beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan mencoba untuk mengetahui berapa otak manusia dapat bekerja tanpa mengurangi kapasitas dayanya, atau istilah ilmiahnya biasa disebut fatigue. Para ilmuwan kaget kala menemukan darah yang melalui otak aktif tidak menunjukkan indikasi adanya fatigue. Berbeda sinyalnya pada mereka yang bekerja kasar sehari-hari, ada kalanya ditemukan racun (toksin fatigue).

    Otak tidak pernah mengenal kata lelah, meski otak bekerja selama dua belas jam, otak tetap dapat bekerja dengan sebaik seperti sedia kala. Sesuatu yang membuat kita lelah bukan disebabkan oleh lamanya aktivitas komponen otak, namun ada faktor-faktor penyebab lainnya.

    Jika kalian mau, ambil saja sampel darah seraong pemikir seperti Albert Einstein misalnya, bisa dipastikan tidak ditemukan toksin fatigue, meski dia memeras otaknya.

    Para ahli jiwa memberi kesimpulan bahwa kelelahan yang dialami manusia disebabkan sikap mental dan emosional.

    Faktor emosional yang dialami pekerja yang duduk terus-menerus adalah merasa bosan, kesal, tidak dihargai, tidak berguna, tergesa-gesa, cemas dan khawatir. Percaya atau tidak, hal ini menyebabkan kita mudah terkena flu, hasil yang tidak maksimal, ataupun kepala pusing. Kita bisa mengalami kelelahan karena emosi bisa mempengaruhi ketegangan syaraf dalam tubuh kita.

    Sumber:
    https://www.yugo.my.id
    www.wordpress.com

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: