Breaking News

    Apakah Gen Mempengaruhi Loneliness

    Apakah Gen Mempengaruhi Loneliness

    Sebuah studi terbaru menyelidiki peran genetika pada proses bagaimana kita mengalami kesepian, depresi dan isolasi sosial. Isolasi sosial mengacu pada keterbatsan kita memiliki hubungan sosial dan interaksi di sisi lain rasa kesepian juga adalah dimana kita merasa beruntung di bidang sosial atau secara emosional terputus dari orang orang di sekitar kita. Oleh karena itu, orang yang terisolasi secara sosial belum tentu kesepian, dan ketika orang merasa kesepian belum tentu terisolasi secara social.

    Kesepian merupakan faktor terbesar risiko terkena depresi daripada isolasi social, rasa kesepian cenderung membuat persepsi kita terdistorsi dan pola pikir cenderung pesimis sehingga mampu mengarah pada depresi.

    Rasa kesepian membuat kita menghakimi pertemanan dan mempunyai dampak negative pada hubungan dan dalam menanggapi sebuh respon lebih pada pembelaan diri sendiri sehingga memungkinkan adanya permusuhan yang dapat mendorong orang lain pergi dan mensabotase peluang kedekatan yang memungkinkan adanya interaksi, dengan demikian, perilaku yang dapat mengatur untuk menjadi lebih terisolasi sosial dan lebih tertekan.

    Peneliti menegaskan asumsi ini. Data menunjukkan signifikan indikasi dari genetik korelasi antara kesepian, depresi dan isolasi social. Mereka menyimpulkan bahwa sementara tidak semua orang yang terisolasi sosial merasa kesepian, mereka yang mengalami kesepian sering tertekan juga karena pengaruh genetic.

    Kabar baiknya adalah bahwa terlepas dari apakah kita secara genetis cenderung untuk kesepian, kekuatan untuk mengekstrak diri dari cengkeraman tetap di tangan kami, melakukan hal melibatkan mengoreksi negatif kami persepsi dari hubungan (dengan asumsi orang yang peduli untuk lebih dari pada yang kita percaya mereka lakukan dan memberi mereka keuntungan dari keraguan), mengambil langkah-langkah aktif untuk menjangkau dan berhubungan dengan orang lain (namun emosional berisiko rasanya untuk melakukannya), dan pemantauan reaksi kita untuk membatasi defensif dan permusuhan dan membuat upaya untuk tampil lebih hangat dan secara terbuka (bahkan jika rasanya tidak bijaksana dan tidak aman untuk melakukannya).

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: