Breaking News

    Bagaimana Anak merespon Kedukaan?

    Bagaimana Anak merespon Kedukaan?

    Anak-anak yang berusia 2-4 tahun merasa sedih tetapi bingung. Mereka belum sadar akan konsep bahwa kematian sifatnya abadi.  Dalam pikiran mereka, kematian seperti pergi berlibur. Seseorang yang mereka cintai telah pergi untuk sementara waktu, tetapi mereka sepenuhnya mengharapkan mereka untuk kembali. Mereka juga berharap untuk bisa melakukan kontak melalui telpon, atau video call. Terkadang respon yang mereka tunjukkan adalah rasa frustrasi dan marah karena orang yang telah meninggal tidak kunjung kembali seperti yang mereka harapkan.

    Jika orang yang mereka cintai meninggal di rumah sakit, mereka jadi takut untuk mendatangi rumah sakit. Atau jika orang yang disayangi meninggal di tempat tidur, mereka jadi tidak bisa tidur karena takut jika mereka tidur tidak akan kembali bangun. Mereka mungkin saja menjadi takut bepergian jika yang dicintai meninggal karena kecelakaan.

    Di usia Sekolah Dasar, atau kisaran usia 9-12 tahun, anak menyadari bahwa semua orang akan meninggal suatu saat nanti. Mereka berusaha menunjukkan dirinya sebagai orang yang tangguh menghadapi kematian orang tercinta, dan menolak untuk berbagi kesedihan.

    Anak remaja mulai menunjukkan rasa takut akan kematian, namun biasanya menolak mendiskusikan tentang ketakutan ini. Mereka mencoba memuncul kemampuan self-control, sehingga tetap berani mengambil resiko dan berpikir sesuatu yang buruk tidak akan terjadi pada mereka.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: