Breaking News

    Bagaimana Cara Membangun Sebuah Organization Learning

    Bagaimana Cara Membangun Sebuah Organization Learning

    Organization Learning didefinisikan sebagai organisasi yang terus menerus belajar dan mentransformasikan dirinya sesuai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta senantiasa mengantisipasi lingkungan strategis yang berubah. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa segenap personil/ karyawannya memiliki kebebasan dan bertanggung jawab serta terus menerus belajar untuk tumbuh, berkembang dan sukses bersama keberhasilan dari organisasinya.

    Untuk dapat mengembangkan organisasi pembelajaran tidak terdapat jalan pintas, tetapi memerlukan sekuen alamiah, berdasarkan prinsip-prinsip yang benar dan berlaku secara universal. Karenanya, pemahaman konsep-konsepnya serta bagaimana cara-cara mempraktekkannya secara operasional penting untuk dipelajari dan dipahami, Prinsip-prisip yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mampu membangun organisasi pembelajaran mencakup cara berpikir sistemik, kualitas kematangan individu, kerangka berpikir yang tepat, menetapkan visi bersama dan cara belajar dalam kelompok (team).

    Pilar-pilar (yang membangun) dalam Organization Learning terdiri dari:

    1. Personal Mastery (Kematangan Pribadi)

    Untuk membangun Organization Learning dibutuhkan anggota yang memiliki kematangan pribadi. Hali ini akan berdampak kepada anggota yang mandiri, bisa berinteraksi dan bekerja sama secara efektif. Anggota organisasi dapat berperilaku disiplin dalam memperdalam pengembangan diri sendiri. Maka daripada itu, personal mastery merupakan landasan untuk bisa membangun Organization Learning.

    2. Mental Models (Kerangka Berpikir)

    Kerangka berpikir / persepsi / paradigm / generalisasi ataupun gambaran / imajinasi yang mempengaruhi cara seseorang melihat dunia dan yang kemudian mempengaruhi perilakunya. Proses pembelajaran dari suatu organisasi merupakan suatu proses dimana team merubah kerangka pikiran mereka secara bersama-sama.

    3. Shared Vision (Visi Bersama)

    Visi bersama merupakan gambaran ideal dari masa depan yang ingin diwujudkan bersama. visi yang dibangun haruslah dippegang secara teguh bersama agar dapat sukses sepanjang masa.  Keterampilan membangun visi bersama (shared vision), memerlukan kemampuan untuk merumuskan gambaran masa depan  yang secara generik mampu menumbuhkan komitmen dan partisipasi secara keseluruhan.

    4. Team Learning

    Team Learning bermakna terwujudnya sinergi sehingga intelegensia dari team melebihi per individu. Team Learning inovasi dari rekayasa sosial (social engeeneering innovation). Membangun team pembelajar dapat diawali dengan mengembangkan dialog yang masuk menjadi berpikir bersama (thinking together), termasuk dalam keterampilan penerapan disiplin dialog adalah terwujudnya pemahaman model interaksi individual yang mempercepat proses pembelajar.

    5. System Thinking (berpikir sistematik)

    Cara berpikir sistemik ini merupakan suatu kerangka berpikir, untuk melihat segala sesuatu secara penuh keseluruhan, sehingga membantu memperjelas keadaan yang sesungguhnya dan dapat menunjukkan cara-cara merubahnya dengan efektif (apabila diperlukan).

     

    Sumber:

    http://pusdiklat.bps.go.id/index.php?r=artikel/

    https://sofyanzaibaski.wordpress.com/2012/

    https://robbynovricanus.wordpress.com/2008/

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: