Breaking News

    Bagaimana Menyusun Individual Development Plan?

    Bagaimana Menyusun Individual Development Plan?

    HRs, pernahkah Anda merasa bahwa kinerja Anda menurun? Dalam artian, Anda menyelesaikan pekerjaan tidak secepat dan seefektif biasanya. Jika pernah, atau mungkin saat ini Anda sedang mengalaminya, maka sudah saatnya Anda menyusun planning yang berguna  untuk membuat diri Anda “terprogram” kembali, agar tujuan-tujuan masa depan yang sudah Anda rencanakan bisa segera tercapai.

    Individual Development Plan dapat menjadi sebuah alat yang sangat membantu untuk menyusun rencana-rencana Anda di masa depan. Namun sebelumnya, apa itu IDP?

    IDP adalah sebuah rencana tertulis yang menunjukkan tujuan dari karir yang ingin Anda capai dan langkah apa yang akan Anda ambil untuk meraih tujuan tersebut. IDP juga merupakan sebuah alat yang dapat Anda gunakan untuk mengidentifikasi, mengorganisir dan merencanakan karir Anda.

    Membuat sebuah IDP sangatlah penting untuk memfokuskan usaha yang Anda lakukan semata-mata untuk mencapai tujuan yang sudah Anda tetapkan dan untuk mengindentifikasi tujuan tugas individu. IDP juga berguna untuk membantu dalam pencarian dana seperti beasiswa, biaya training dll. Beberapa departemen meminta sebuah IDP sebagai bagian dari program pengembangan profesional mereka.

    Lalu, bagaimanakah menyusun Invididual Development Plan?

    Ada 4 bagian utama dari konten di dalam IDP yang harus diperlihatkan:

    1. Tujuan Profesional/ Motivasi

    Pada kolom ini Anda harus menuliskan apa saja pertumbuhan profesional dan aspirasi karir Anda. Apa tujuan utama yang ingin Anda capai dan apa yang memotivasi Anda untuk mencapainya.

    2. Bakat atau Kekuatan

    Disini Anda diminta agar mengisi apa yang menjadi kompetensi utama dan secara relatif memiliki keterkaitan dengan posisi yang dimiliki. Ini salah satu hal yang menarik, karena memang pengembangan individu masa depan akan fokus pada aspek kekuatan daripada aspek kelemahan.

    3. Peluang Pengembangan

    Bagian ini berisi tentang pengetahuan atau kemampuan apa yang perlu Anda tingkatkan untuk agar dapat mencapai tujuan Anda. Misalnya kompetensi yang sangat spesifik dengan pekerjaan Anda. Boleh dibilang ini merupakan faktor pendukung terhadap kompetensi utama Anda.

     

    1. Langkah-langkah Tindakan

    Pada bagian terakhir ini hanya berisikan mengenai apa yang anda pikirkan, pertimbangkan serta ketahui tentang segenap diri anda sendiri, selanjutnya langkah tindakan apa untuk menjalankannya. Hanya dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu : 70% langkah aksi seperti project assignment, 20% learning dari lainnya (peers, atasan, coach) dan 10% dari pembelajaran secara pribadi.

    IDP diatas hanya dalam satu lembar dan tidak bertele-tele, hanya berisi poin-poin penting harus harus Anda isi dengan singkat dan jelas. Kesederhanaan yang ditampilkan, filosofi kekuatan sebagai basis IDP, dan independensi untuk membuat sendiri program pengembangan adalah inti dari IDP tersebut. Kemudahan dalam mengisi serta memahami bagaimana menjalankan telah menjadi fokus dari sisi perusahaan untuk pengembangan individu yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Secara keseluruhan inti IDP adalah..kenali diri anda, lakukan action plan yang implementable terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki agar kinerja anda meningkat.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: