Breaking News

    Bagaimana tips agar bisa multitasking dalam bekerja?

    Bagaimana tips agar bisa multitasking dalam bekerja?

    Multitasking sudah menjadi istilah umum dalam organisasi dan dunia kerja. Pekerja dengan skill multitasking biasa dicari dengan alasan menghemat pengeluaran. Namun, apakah multitasking bermanfaat terhadap efisiensi, akuntabilitas dan produktifitas kerja?

    Multitasking mempunyai kelebihan diantaranya :

    1. Memudahkan kita menyelesaikan pekerjaan dengan beragam prioritas dalam waktu yang sama, poin ini tentu untuk tugas atau tangung jawab harian yang sederhana.
    2. Menguntungkan pekerja yang mudah bosan dengan pekerjaan repetitif dan monoton setiap harinya.
    3. Jeda dan kesinambungan antar beragam tugas akan menambah pengalaman, kreatifitas dan mengurangi kejenuhan.
    4. Membantu kita mengatasi berbagai gangguan dalam menyelesaikan pekerjaan.
    5. Mengembangkan kemampuan kita dalam menguasai kesibukan kerja.
    6. Membantu kita menyelesaikan banyak pekerjaan meskipun pencapaiannya dilakukan sedikit demi sedikit secara bersamaan.

    Selain punya kelebihan, multitasking juga mempunyai kekurangan, diantaranya:

    1. Memperlambat penyelesaian sebuah tugas. Hal ini karena ketika kita berpindah antara beberapa tugas, otak kita harus menyusun ulang urutan penyelesaian masing-masing tugas.
    2. Multitasking akan membuat pekerja mengidap ADD (Atention Defisit Disorder), karena dengan bekerja multitasking perhatian kita terpecah dalam beberapa tugas yang berarti harus mengorbankan kualitas kerja. Keseringan mengakses teknologi yang memudahkan multitasking juga akan menurunkan sementara nilai IQ sebesar 10 poin.
    3. Berpindah-pindah antara banyak tugas artinya mengingat sampai mana tugas sebelumnya kita tinggalkan. Ini tentu membutuhkan waktu dan bisa menurunkan produktifitas kerja secara keseluruhan.
    4. Multitasking menghindari istilah gaji buta, namun pertanyaannya apakah tumpukan tugas kita benar-benar ada, tujuannya apa, apa hanya sebuah game manajemen untuk membuat pekerja terlihat sibuk kalau-kalau ada inspeksi dadakan, seberapa banyak tugas nyata yang benar-benar sudah kita selesaikan setiap harinya. Efsisiensi pun patut kita pertanyakan.
    5. Otak kita akan mendapat stress negatif akibat multitasking. Berpindah antara banyak tugas dan membuat berbagai keputusan akan melelahkan otak itu sendiri sehingga kemampuan kita dalam mengambil keputusan menjadi kurang maksimal.
    6. Multitasking akan menyulitkan kita menyelesaikan pekerjaan dengan tanggung jawab yang rumit apalagi diganjar upah yang nyata-nyata menyalahi aturan. Bahkan tidak jarang multitasking juga menjadi penyebab rancunya akuntabilitas sebuah profesi, juga hilangnya fokus sebuah tim.

    Apa kuncinya agar mampu multitasking?

    1. Susunlah prioritas dan urutan untuk menyelesaikan beragam permasalahan setiap harinya. Catatlah batas waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab yang ada. Perkirakan dan catat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masing-masing tugas. Lalu kelompokkan tugas-tugas mana saja yang sekiranya dapat diselesaikan secara bersamaan.
    2. Selesaikan dulu prioritas utama atau apa yang kita kerjakan di awal. Untuk menyelesaikan tugas yang butuh konsentrasi lebih, jauhi gangguan kerja untuk fokus menyelesaikannya.
    3. Untuk tugas prioritas rendah lihatlah kembali deadlinenya dan beritahukan atasan kapan kita bisa menyelesaikannya.
    4. Melakukan jeda dan melanjutkan tugas lain itu perlu, pastikan melakukannya dengan terorganisir.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: