Google Analytics Alternative

Bentuk dan jenis insentif untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan

Bentuk dan jenis insentif untuk meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan

Setelah sebelumnya Kariers memahami pengertian dari insentif, berikut ini adalah bentuk dan jenis insentif.

Dalam KBBI, insentif memiliki pengertian, tambahan penghasilan (uang, barang, dsb) yg diberikan untuk meningkatkan gairah kerja; uang perangsang.

Bentuk insentif terdiri dari:

  1. Peece rate plan, yaitu insentif yang diberikan berdasarkan jumlah output atau barang yang dihasilkan seseorang. Insentif ini cocok untuk pekerjaan yang ouputnya jelas, terukur, level yang sangat operasional dalam organisasi.
  2. Production bonus, yaitu tambahan upah yang diterima akibat-akibat hasil kerja melebihi standar yag telah ditentukan, dimana pekerja juga mendapatkan upah pokok. Bonus diberikan ketika pekerja dapat menghemat waktu penyelesaian produksi, missal seharusnya 5 jam menjadi 3 jam. Hampir mirip dengan peece rate plan, namun di sini karyawan telah memiliki upah standar.
  3. Commission, yaitu insentif yang diberikan berdasarkan jumlah barang yang terjual. Ini adalah istilah untuk profesi di bidang penjualan/wirausaha/ wiraniaga.
  4. Maturity curve, kurva kematangan yang menunjukkan jumlah tambahan gaji yang dapat dicapai sesuai dengan prestasi kerja dan masa kerja tertentu sehingga mereka diharapkan untuk meningkatkan prestasi. Acuan pemberian insentif berdasar penilaian dari atasan dan masa kerja.
  5. Merit raisis. Kontribusi yang diberikan seseorang kepada perusahaan ditentukan oleh prestasi. Ada beberapa tingkat untuk menentukan jumlah insentif yang diberikan. Insentif yang diberikan dalam jumlah tertinggi adalah untuk karyawan yang prestasi kerjanya yang sangat memuaskan.
  6. Pay for knowledge/ pay for skill compensation. Dasar pemberian insentif adalah bukan akibat dari apa yang dia kerjakan dan menghasilkan produk nyata, melainkan apa yang dia lakukan untuk perusahaan melalui pengetahuan yang diperoleh, yang akan besar dan penting kontribusinya pada kemajuan perusahaan.
  7. Nonmonetary incentive. Insentif berupa fasilitas kerja seperti mobil dinas, rumah dinas, yang diberikan kepada karyawan yang berprestasi.
  8. Insentif eksekutif. Bonus yang diberikan kepada para manajer atau eksekutif atas peran yang mereka berikan untuk menetapkan dan mencapai tingkat keuntungan tertentu bagi perusahaan. Insentif berupa bonus tahunan, atau kesempatan menanamkan saham untuk memiliki perusahaan.

Semoga bisa membantu kariers dan para praktisi SDM/Human Resource untuk memahami dan menggunakan insentif untuk meningkatkan motivasi bekerja.

Related posts

Leave a Reply

%d bloggers like this: