Breaking News

    Burnout dan Overtraining pada Atlit

    Burnout dan Overtraining pada Atlit

    Burnout dan overtraining syndrome merupakan kondisi di mana seorang atlet mengalami kelelahan dan penurunan kinerja di olahraganya. Bournout adalah suatu kondisi psikologis yang dialami atlet akibat stress disertai kegagalan meraih harapan yang berlangsung berulang- ulang atau dalam jangka waktu lama, sehingga menimbulkan kecenderungan menarik diri secara psikologis dan emosional. Kejenuhan bisa menyebabkan atlet berhenti dari latihan, Sedangkan overtraining adalah suatu keadaan menurunnya penampilan kinerja olahraga individu akibat beban latihan yang terlalu berat untuk jangka waktu yang relatif panjang.

    Penyebab terjadinya burnout dan overtraining syndrome antara lain terlalu banyak stress dan tekanan, terlalu banyak latihan fisik, kelelahan fisik yang ekstrim, ada rasa bosan dengan latihan yang parah, dan tidak cukup waktu untuk istirahat. Tanda-tanda terjadinya antara lain nafsu makan menurun, kinerja olahraga menurun, mudah marah dan mudah depresi, menurunnya semangat latihan, motivasi rendah, mudah cedera, dan pemulihan yang lambat.

    Cara mengatasi kedua hal tersebut antara lain:
    1. Menentukan sasaran jangka pendek
    2. Mengurangi volume/intensitas latihan
    3. Menambah waktu tidur dengan baik
    4. Istirahat dari latihan
    5. Mengkonsumsi makanan sesuai standar gizi

    Bila tanda dan gejala kelelahan telah teratasi sepenuhnya (termasuk gejala fisik, perubahan mood, gangguan tidur, dan sebagainya), atlet mungkin perlahan akan kembali latihan. Jika gejala mulai kambuh saat latihan dimulai ulang, atlet harus mengulang periode istirahatnya sambil mengevaluasi kembali pendekatan pelatihan yang sesuai dengan kondisinya.

    Ada beberapa cara untuk mencegah Burnout dan overtraining, yaitu:
    1. Buatlah pelatihan menjadi menyenangkan dan menarik dengan permainan dan latihan sesuai usia
    2. Rencanakan porsi dan waktu latihan yang fleksibel, jangan lupa menambahkan waktu istirahat
    3. Menjaga lingkungan yang mendukung bagi atlet
    4. Ajarkan atlit untuk mengetahui isyarat dari tubuh mereka yang mengindikasikan gejala kelelahan
    5. Edukasi diri mengenai kesehatan pribadi

    Sumber:
    http://staffnew.uny.ac.id/upload/131764494/pendidikan/overtraining-staleness-burnout.pdf
    https://www.luriechildrens.org/en-us/care-services/conditions-treatments/athlete-burnout/Documents/burnout.pdf

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: