Breaking News

    Bystander Effect

    Bystander Effect

    Apakah Anda pernah berada dalam situasi ketika ada seseorang membutuhkan bantuan di tempat umum, namun tidak ada satupun orang yang menolong padahal banyak orang yang menyadari keberadaannya? Orang-orang tersebut memilih untuk diam dan tidak melakukan apa-apa, sementara yang membutuhkan bantuan harus menanganinya sendiri. Fenomena tersebut dinamakan bystander effect.

    Bystander effect merupakan kondisi ketika seseorang membutuhkan bantuan, orang-orang di sekitarnya berpikiran bahwa akan ada orang lain yang membantu. Pada akhirnya, semua orang berpikiran sama dan tak ada satupun yang benar-benar membantu. Menurut Sarwono (2009), dalam bystander effect, orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian memiliki peran besar untuk saling mempengaruhi saat memutuskan akan menolong atau tidak.

    Konsep bystander effect dipopulerkan oleh Bibb Latane dan John Darley setelah adanya peristiwa yang dialami Kitty Genovese pada tahun 1964. Saat itu Genovese tewas dibunuh di luar apartemennya, padahal banyak orang lain di sekitar apartemen dan melihat kejadian itu secara langsung namun tidak berbuat apapun untuk menolong Genovese.

    Menurut Coloraso (2008), beberpa alasan orang-orang (bystander) untuk tidak membantu dalam situasi demikian di antaranya adalah:

    • Para bystander takut dirinya ikut tersakiti. Mereka takut pada sosok “penindas” atau kondisi membahayakan yang terjadi.

    • Bystander takut menjadi korban yang baru. Misalnya saja dalam kasus Genovese, para saksi takut jika ikut campur, mereka akan ikut menjadi korban.

    • Bystander takut melakukan sesuatu yang justru akan memperburuk situasi.

    • Bystander tidak tahu apa yang harus dilakukan.

    Dalam fenomena ini, kehadiran banyak orang di lokasi kejadian menyebabkan adanya difusi tanggung jawab. Hal ini disebabkan adanya orang lain di sekitar membuat seseorang tidak merasa memiliki keharusan untuk bertindak.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: