Breaking News

    Evidence-based dan Implementasi Behavioral Event Interview

    Evidence-based dan Implementasi Behavioral Event Interview

    Mengkodekan kompetensi dari Behavioral Event Interview berdasarkan pada prinsip dari pendekatan baru pada asesmen menghasilkan asesmen yang reliable dan valid di hubungan dengan kesuksesan seorang kandidat. Asesmen ini tidak dipengaruhi oleh panjangnya prosedur atau oleh performans pada tahun pemrosesan. Bias bukan menjadi masalah jika baik pewawancara maupun pengkode tidak mengenal si kandidat. Berbeda dengan pendekatan psikometri tradisional yang berdasarkan analisis regresi, penilaian kompetensi berdasar algoritma memprediksi kesuksesan manajerial dan peningkatan kinerja pada sampel yang berbeda. Algoritma ini mengidentifikasi prestasi potensial kandidat sebagai suatu pengukuran tersendiri yang didesain dalam kluster-kluster sub-kompetensi. Penilaian ahli terhadap kompetensi diperlukaan untuk memastikan hasil asesmen valid pada posisi yang berbeda (McClelland, 1998).

    Implementasi proses seleksi menggunakan Behavioral Event Interview pada perusahaan keuangan menunjukkan hasil:

    1. Turnover tahun pertama menurun dari 24 % menjadi 17 %.
    2. Wawancara tahap kedua lebih sedikit dilakukan
    3. Perkiraan penghematan hingga dua juta dolar per tahun.

    Implementasi proses rekrutmen Behavioral Event Interview pada seksi call center menunjukkan hasil:

    1. Turnover staf berkurang pada catur wulan ketiga dari 45 % menjadi 30 %.
    2. Biaya rekrutmen dapat dipangkas hingga sebesar $430.000.
    3. Jumlah karyawan yang tetap bergabung dengan perusahan setelah satu tahun meningkat sebesar 12 %.

    Implementasi proses seleksi menggunakaan Behavioral Event Interview pada fasilitas media, menunjukkan hasil:

    1. Skor kepuasan meningkat dari 80% menjadi 99%.
    2. Mengurangi turnover hingga 5 %.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: