Breaking News

    Hoax dalam Sudut Pandang Psikologi

    Hoax dalam Sudut Pandang Psikologi

    Berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat tentunya banyak diberitakan oleh berbagai media. Banyak jurnalis menuliskan fakta dan opini berkaitan dengan isu yang sedang hangat dibicarakan. Tapi, di antaranya banyaknya berita yang tersebar, tidak semuanya merupakan fakta atau sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Bisa jadi, berita tersebut merupakan pemberitaan palsu atau biasa disebut dengan berita hoax.

    Berita hoax seringkali mengarahkan seseorang menjadi berpikiran tertentu atau menilai sesuatu yang tidak benar. Dilansir dari CNNIndonesia.com, psikolog Anna Surti Ariani mengemukakan bahwa sebenarnya penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya akan memicu kecemasan banyak orang. Lebih jauh lagi, hal ini akan menggiring seseorang mengalami trauma. Trauma sendiri bukan saja hanya karena ia mengalami kejadian secara langsung. Mendengar dan melihat info dari media sosial juga akan memberikan trauma tersendiri. Berita hoax pada akhirnya hanya akan membuat kecemasan berlebihan bagi pembacanya. Kecemasan ini akan membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih dan justru akan ketakutan.

    Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melihat apakah sebuah berita itu palsu atau tidak, menurut Sancer van der Lincen, Ph.D., yaitu sebagai berikut:
    1. Jika terdengar konyol, pasti hoax
    Jangan mudah tertipu dengan “clickbait”. Judul berita biasanya dibuat agar seseorang tertarik membacanya. Wawancara dengan seorang jurnalis menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah klik pada artikel akan memberikan profit bagi perusahaan. Sebaiknya hindarilah berita dengan judul aneh, atau baca artikel dengan kritis dan jangan mudah percaya.

    2. Berhati-hatilah dengan konten berlatarbelakang politik
    Apabila sebuah artikel lebih menggiring pembacanya untuk condong pada satu pihak, kemungkinan berita tersebut merupakan berita hoax. Apabila kalian menemukan artikel yang membuat kalian setuju atau tidak setuju dalam waktu singkat, itu merupakan strategi secara psikologis yang dilakukan jurnalis agar kita percaya akan berita tersebut.

    3. Berita palsu biasanya lebih mudah viral
    Berita palsu dengan judul sensasional biasanya lebih mudah viral. Hal ini disebabkan orang-orang akan lebih mudah terprovokasi apabila berita tersebut mengandung hal-hal yang bias atau memojokkan suatu pihak.

    4. Verifikasi sumber dan konteks
    Banyak berita hoax berisi hal-hal yang tidak jelas sumbernya. Oleh karena itu, sebelum kita menyebarkan berita, baiknya kita pastikan sumber jelas berita tersebut.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: