Breaking News

    Ini Dia Perjuangan Anak Rantau yang Tak Banyak Orang Tahu

    Ini Dia Perjuangan Anak Rantau yang Tak Banyak Orang Tahu

    Para anak rantau melalui hari-hari dengan semangat yang menggelora. Soal niat kerja keras kamu jelas tidak perlu ditanya. Tapi sejauh ini, apa saja yang sudah kamu capai? Pedih barangkali kata yang tepat untuk menggambarkan rasa, saat menyadari bahwa hidupmu masih begini-begini saja.Wahai anak rantau, meski mimpimu terlihat masih sangat jauh di sana. Namun sejauh apapun itu, toh kamu sedang menuju ke sana. Bertahanlah!

    1. Demi masa depan, kamu beranikan diri melangkah keluar dari kota lekahiran. Rezeki memang seringkali jauh dan harus dijemput
    2. Setiap hari kamu dihantui cemas dan rindu. Jauh dari rumah membuatmu bertanya-tanya: Apa kabar, Pak, Bu?
    3. Kamu menghibur diri sendiri. Toh kini teknologi sudah bisa memutus segala jarak di bumi. Tapi lagi-lagi waktu yang tak bisa diajak kompromi
    4. Janji pulang sebulan sekali hanyalah janji. Sebab di dunia kerja ternyata tidak mudah juga mengambil cuti
    5. Liburan panjang tetap butuh perjuangan juga. Demi mengobati rindu, tak mengapa berdesak-desakan di jalan dengan sesama perantau yang juga rindu dekapan orang tua
    6. Ketika akhirnya bisa bertemu, kamu takjub betapa sudah bertambah tua orang tuamu. Berapa lama waktu berlalu?
    7. Sendu mengingat janji untuk membahagiakan orang tuamu. Pedih nian kenyataan sebab sekian lama berjuang, kamu pun masih belum mapan
    8. Setiap usaha memang ada prosesnya. Apa yang kamu usahakan mati-matian saat ini, akan segera terwujud bila kamu sabar sedikit lagi
    9. Lagipula orang tua tetaplah orang tua. Sekian lama tak berjumpa, bukan janji materi yang ditagihnya. Tapi hal-hal sederhana seperti ‘Pacarmu mana?’

    Wahai anak rantau, perjuanganmu sudah sangat hebat hingga hari ini. Jangan menyerah dulu, karena segelap apapun mendung menutup langit, matahari akan tetap bersinar lagi. Jangan berhenti dulu, sebab Ayah dan Ibu tidak melepaskanmu untuk sesuatu yang sia-sia. Orang tua tetaplah orang tua, yang akan tetap menganggapmu berharga meskipun hidup mengatakan kamu bukan siapa-siapa. Pengorbanan yang mereka berikan tidak dimaksudkan untuk dikembalikan dalam bentuk harta. Selama anaknya bahagia, orang tua tidak butuh apa-apa. Maka diujung hari sibukmu ini, sempatkan untuk menekan nomor orang tuamu, dan katakan bahwa kamu rindu.

    Sumber:
    https://www.hipwee.com
    http://www.wordpress.com

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: