Breaking News

    Inilah 5 Cara Mengajari Anak Anda Berani Mengambil Risiko

    Inilah 5 Cara Mengajari Anak Anda Berani Mengambil Risiko

    Ayah Ibu, pernahkah Anda berpikir tentang apa yang membuat sesuatu layak diperjuangkan? Mengapa ada orang yang mati-matian memperjuangkan sesuatu yang ia yakini, tak peduli seberapa berat risiko yang akan ia terima? Mengambil risiko dan menjadi pengambil risiko adalah studi jangka panjang yang dalam pelaksanaannya akan berhadapan dengan trial and error.

    Lalu, bagaimana kita membantu anak-anak kita menjadi seorang pengambil risiko? Caranya adalah dengan memperhatikan, membuka kemungkinan, dan memastikan bahwa kita tahu jelas tentang apa yang sebenarnya dipertaruhkan. Nah, Ayah Ibu, cobalah 5 cara untuk mengajari anak-anak Anda untuk berani mengambil risiko:

    1. Bicarakan tentang hal ini.

    Penting bagi kita untuk tetap berada di dalam lingkaran komunikasi anak-anak kita. Pastikan percakapan adalah rutinitas dalam keluarga. Hubungan keluarga dibangun seputar komunikasi.

    2. Ajarkan hubungan antara tindakan dan konsekuensinya.

    Berikan anak-anak pengalaman di lingkungan yang terkendali, baik itu lingkungan keluarga ataupun lingkungan tempatnya bermain. Jika video game dan film laga adalah sumber informasi utama untuk anak-anak Anda, mereka mungkin tidak tahu banyak tentang kehidupan sebenarnya. Terkadang, sebagai orang tua, kita harus mengambil inisiatif.

    3. Carilah momen yang tepat untuk mengajarinya.

    Saat ini, sebagian besar televisi memiliki tombol pause. Begitu juga komputer. Mengapa tidak menambahkan satu tombol untuk hidup Anda? “Berkumpulah, anak-anak. Mari kita bicara tentang apa yang baru saja terjadi.” Ini adalah momen keluarga yang harus Anda manfaatkan sebaik-baiknya.

    4. Berpartisipasi dalam petualangan yang berpotensi berisiko bersama.

    Bawa anak-anak Anda untuk bermain arung jeram di sungai (tentu saja dengan pemandu). Pergilah ke taman bermain bersama-sama. Ambil kelas panjat tebing. Lakukan semuanya bersama-sama.

    5. Biarkan mereka belajar (sekali-kali) dengan cara yang sulit.

    Jika kita terlalu melindungi anak-anak kita, hal tersebut akan membuat mereka hidup ketergantungan dan dipenuhi rasa takut, mereka melewatkan kesempatan untuk belajar secara bertahap. Cedera? Siku memar? Mendapatkan beberapa luka jahitan? itu semua adalah bagian dari tumbuh menjadi dewasa!

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: