Breaking News

    Inilah Gaya Kepemimpinan Kaum Millenial

    Inilah Gaya Kepemimpinan Kaum Millenial

    Manakah tipe kepemimpinan yang cocok untuk  para Milenial (lahir dalam rentang tahun 1982-1995)?

    Merujuk pada riset dari Ryus tahun 2013 tentang tujuh faktor kepuasan para Milenial dalam pekerjaan, ada tendensi model kepemimpinan transformasional memiliki peluang lebih tinggi untuk lebih pas dalam gaya memimpin para Milenial. Mengapa demikian?

    1. idealized influence

    atau kharisma di mana seorang pemimpin transformasional berusaha menjadi role model bagi anak buah mereka. Pemimpin transformational akan selalu mempromosikan visi, nilai-nilai perusahaan, dan memberikan contoh (leading by example) agar anak buah mereka melihat, mencontoh, dan pada akhirnya mengikutinya.

    2. inspirational motivation

    di mana seorang pemimpin transformasional menginspirasi anak buah mereka agar mampu mencapai hasil yang lebih baik dengan menanamkan pentingnya tujuan dari apa yang sedang dikerjakan, dan pada saat yang sama, juga menjual visi yang lebih besar jika anak buah mampu mencapai hal-hal di luar ekspektasi.

    3. intellectual stimulation

    di mana seorang pemimpin transformasional mendorong anak buahnya agar mampu lebih berimajinasi dan berinovasi. Pemimpin akan menciptakan lingkungan kerja kondusif untuk ide-ide baru, menantang status quo, dan keberanian mengambil resiko.

    4. individualized consideration

    dimana seorang pemimpin transformasional berusaha menjadi seorang mentor bagi anak buahnya dengan membuat koneksi interpersonal yang tulus untuk membantu mereka, menginspirasi, mendorong, dan memberikan dukungan-dukungan yang diperlukan agar target pekerjaan anak buah bisa tercapai atau bahkan melebihi ekspektasi awal.

    Pemimpin transformasional bisa menjadi gaya memimpin yang pas bagi kaum Milenial namun di saat yang bersamaan, terus mengingat agar selalu memiliki standar etika moral tinggi untuk menghindari penggunaan kepemimpinan transformasional secara abusive. Dunia berubah, karyawan berubah, saatnya pemimpin pun berubah untuk produktifitas korporasi yang lebih tinggi.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: