Breaking News

    Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang?

    Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang?

    “Kalah jadi abu, menang jadi arang” jika terus tertanam rasa dendam dan kebencian dalam diri, yang tinggal hanyalah rasa rugi untuk kedua pihak.

    Menurut psikolog Australia Peter Strelan, kita harus menghukum atau memberi pembalasaan sebelum kita memaafkan. Karena pembalasan memberikan rasa keadilan, yang harus dirasakan korban sebelum kata maaf terucap. Ketika kita merasa disakiti—rasanya kita ingin membuat orang itu merasakan hal yang sama dengan kita. Tapi pada kenyataannya tidak harus sampai seperti itu untuk membuat orang itu merasa bersalah. Orang yang bersalah jangan dibuat semakin bersalah—tapi buat mereka sadar atas perbuatannya.

    Memaafkan adalah balas dendam yang terbaik. Kenapa begitu? Justru dengan kita memaafkan—akan semakin membuat orang yang melakukan kesalahan akan sadar juga merasa malu. Bahkan mungkin mereka akan merasa ketidakadilan atas dirinya sendiri; mereka melakukan kesalahan dan tanpa mereka merasakan dampak itu–mereka sudah dimaafkan. Sebuah balasan tidak melulu harus sesuai dengan bentuk kejahatan. Cara membalas sakit hati bukan dengan dendam, melainkan dengan maaf.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: