Breaking News

    Kepribadian Atlit dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Olahraga

    Kepribadian Atlit dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Olahraga

    Kepribadian merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesuksesan seorang atlet dalam olahraga. Individu yang berhasil pada dasarnya adalah mereka yang memiliki keunggulan, tidak saja dalam hal fisik tetapi juga mental. Banyak yang meyakini bahwa naik turunnya prestasi olahraga dipengaruhi oleh faktor mental atau karakteristik mental.

    Menurut Ali Maksum dalam disertasinya yang berjudul “Ciri Kepribadian Atlet Berprestasi Tinggi”, terdapat beberapa hal yang perlu digarisbawahi jika membahas mengenai kepribadian dan prestasi atlit, yaitu:
    1. Terdapat tujuh ciri kepribadian yang menunjang prestasi atlet, yakni: ambisi prestatif, kerja keras, gigih, mandiri, komitmen, cerdas dan swakendali.

    2. Ketujuh ciri kepribadian tersebut juga telah diuji secara empirik dan terbukti merupakan prediktor keberhasilan atlet meraih prestasi tinggi. Secara berturut-turut, peringkat kontribusi dari sangat menentukan ke kurang menentukan adalah komitmen, ambisi prestatif, gigih, kerja keras, mandiri, cerdas dan swakendali.

    3. Lingkungan keluarga dan lingkungan olahraga memiliki pengaruh besar pada terbentuknya ciri kepribadian dan munculnya prestasi atlet. Di lingkungan keluarga, individu yang memiliki pengaruh besar adalah orang tua, terutama ayah. Sementara itu, di lingkungan olahraga, individu yang berpengaruh besar adalah pelatih dan sesama atlet.

    4. Pengaruh orang tua dilakukan melalui pembudayaan olahraga di lingkungan keluarga, pola asuh, pelatihan, dukungan sosial, dukungan finansial dan model. Pengaruh pelatih dilakukan melalui pola asuh, pelatihan, dukungan sosial, model dan pemberian kesempatan. Sementara itu pengaruh sesama atlet dilakukan melalui dukungan sosial, model dan sparring partner.

    Sehubungan dengan temuan studi ini, perlu disarankan hal-hal berikut. Pertama, ketujuh ciri kepribadian di atas perlu dijadikan rujukan dalam pembinaan atlet Indonesia ke depan dan pada saat yang sama juga dijadikan indikator psikologis dalam melakukan seleksi atlet Indonesia. Kedua, lingkungan keluarga dan lingkungan olahraga yang merupakan lingkungan utama atlet perlu dioptimalkan fungsi dan perannya untuk menumbuh-kembangkan ciri-ciri kepribadian dan prestasi atlet. Ketiga, budaya olahraga yang berintikan partisipasi perlu dibangkitkan dalam masyarakat yang dimulai dari institusi keluarga. Keempat, atlet perlu diberikan pembinaan kepribadian. Kelima, pembinaan atlet perlu dilakukan dengan menempatkan atlet sebagai individu yang utuh, bukan sekadar menuntut mereka untuk berlatih dan berprestasi, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan dan kepentingan mereka.

    Sumber:
    http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-20299883.pdf

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: