Breaking News

    Kesalahpahaman tentang Psikologi Positif

    Kesalahpahaman tentang Psikologi Positif

    Karena tergolong aliran baru dalam dunia psikologi, belum banyak yang memahami psikologi positif. Dilansir dari positivepsychologyprogram.com, berikut adalah pertanyaan yang sering dilontarkan yang berkaitan dengan psikologi positif:

    1. Bukankah kebahagiaan dangkal?
    Orang yang menuduh psikologi positif sebagai dangkal mendapat kesan bahwa yang dilakukan oleh para psikologi positif hanyalah menyelidiki kesenangan. Bagaimanapun  psikologi positif juga penuh dengan orang-orang yang menyelidiki sesuatu selain kesenangan. Ada juga tokoh-tokoh psikologi positif yang meneliti berbagai hal seperti mekanisme penanganan pengungsi Suriah, mengambil risiko dalam petualangan ski atau hubungan antara perfeksionisme.

    2. Apakah ada psikologi negatif juga?
    Jika Anda terkait dengan psikologi positif Anda pasti mungkin memiliki beberapa pertanyaan atau kejanggalan dengan keseluruhan bidang psikologi reguler. Agar adil, dengan menunjukkan di mana psikologi positif berbeda dari psikologi arus utama, dapat dikatakan bahwa psikologi postif menempatkan dirinya di arah sebaliknya dari psikologi regular.

    Namun, para psikolog positif juga telah mempelajari psikologi dan menghargai bagaimana memahami persepsi atau ingatan dapat membantu kita mengembangkan intervensi yang lebih baik. Psikologi positif bukan bermaksud menghilangkan psikologi reguler. Psikologi positif hanya ingin menyeimbangkannya.

    3. Bukankah kebahagiaan egois?
    Hal-hal yang membuat kita bahagia sama sekali tidak egois: mengungkapkan rasa syukur, memperdalam dan menilai hubungan kita, memastikan kita melihat kenyataan dunia secara positif bukanlah hal yang egois. Sebaliknya, tidak melakukan hal-hal seperti itu mungkin bisa dianggap lebih egois.

    Dalam banyak situasi juga terlihat bahwa orang yang bahagia baik untuk orang di sekitar mereka: karena kebahagiaan mereka sering menular satu sama lain. Mereka tidak fokus melihat kesalahan pada orang lain dan lebih bersedia menerima kelemahan orang lain sesuai keadaanya.

    Sumber:
    https://positivepsychologyprogram.com

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: