Breaking News

    Kesetaraan Gender dalam Dunia Kerja

    Kesetaraan Gender dalam Dunia Kerja

    Ketika kita berbicara mengenai Kesetaraan Gender, kita berbicara tentang kesamaan di muka hukum serta kesetaraan peluang, termasuk peluang untuk mengemukakan pendapat. Kerapkali hal kesetaraan gender adalah mengenai pemberian peluang yang lebih baik kepada perempuan dalam semua hal tersebut.

    Kesetaraan gender merupakan masalah yang masih relevan hingga hari ini di seluruh dunia pada berbagai sektor. Dalam sektor ekonomi, misalnya, terdapat isu Gender Pay Gap atau kesenjangan upah yang diterima antara pria dan wanita, yang sensitif untuk diperbincangkan. Kita mungkin sering mendengar bahwa pria dibayar lebih banyak daripada wanita selama masa produktifnya. Namun, apakah penyebab wanita dibayar lebih sedikit karena lebih banyak wanita bekerja paruh waktu? Ataukah memang gender berpengaruh terhadap dengan gaji?

    Di tahun 2016, American Association of University Women melaporkan bahwa wanita yang bekerja full time (penuh waktu) di Amerika Serikat biasanya dibayar hanya 80 persen dari yang dibayarkan untuk pria. Melihat tren perbaikan kesetaraan upah antara tahun 1960 dan 2016, perempuan diharapkan mencapai kesetaraan upah dengan laki-laki pada tahun 2059. Namun, jika perubahan berlanjut pada tingkat yang lebih lambat yang terlihat sejak tahun 2001, perempuan tidak akan mencapai kesetaraan upah dengan laki-laki sampai tahun 2119.

    Gender merupakan sebuah pembahasan yang sangat kompleks karena, merupakan bagian dari konteks sosial, budaya, ekonomi dan politik yang sedang disoroti oleh semua orang. Gender adalah perbedaan yang dikonstruksi secara sosial antara laki-laki dan perempuan, sedangkan jenis kelamin merujuk pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Karena terkonstruksi secara sosial, perbedaan gender tergantung pada usia, status perkawinan, agama, etnik, budaya, ras, kelas/kasta dan seterusnya.

    Dalam pembahasan soal gender terfokus pada kesenjangan yang ada di antara laki-laki dan perempuan dalam hal hak-hak, tanggung jawab, akses dan penguasaan terhadap sumber daya alam serta pengambilan keputusan dalam keluarga, di komunitas dan di tingkat nasional. Laki-laki dan perempuan kerapkali memiliki perbedaan dalam prioritas, untuk meningkatkan efektivitas. Jika pertimbangan-pertimbangan tersebut tidak disikapi secara serius dan memadai, tindakan-tindakan tersebut tidak saja hanya akan menghasilkan inefisiensi serta tidak berkelanjutan, tetapi juga dapat memperburuk kondisi ketidaksetaraan yang ada.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: