Breaking News

    Ketimpangan Gender dalam Dunia Kerja

    Ketimpangan Gender dalam Dunia Kerja

    Pria dan wanita sama-sama manusia yang mempunyai hak dan kewajiban dalam menjalankan hidupnya, termasuk hak dan kewajiban dalam sebuah pekerjaan. Kesetaraan gender yang kerap kali diperbincangkan masih belum menemukan solusi yang terbaik.

    Isu kesetaraan gender bahkan terus berkembang, data dari United Nation Development Programme pada tahun 2013 tentang Gender Equality Index, yakni kesetaraan gender pada bidang kesehatan, sosial, ekonomi, dan politik di negara-negara Asia-Pasifik masih tergolong rendah, yakni di kisaran 0,494.

    Bentuk diskriminasi yang masih berkembang di masyarakat adalah anggapan bahwa perempuan yang bekerja dalam bidang “maskulin” masih dianggap lemah baik secara fisik maupun psikologis. Padahal ketika seorang wanita bekerja dia mempunyai peran ganda yang belum tentu mampu dikerjakan oleh banyak orang, disisi seorang wanita melakukan pekerjaan kantor seorang wanita (jika ia sudah berumah tangga) dia juga harus mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

    Selain itu faktor pendidikan juga mampu mempengaruhi kesetaraan gender dalam dunia kerja, kebanyakan anggapan tersebut menyangkut pada jenjang karir. Budaya bangsa Indonesia masih menarik-narik “perempuan”, menjadikan perempuan termarjinalisasi dan menjadikan perempuan sebagai subordinat. Pekerja perempuan dianggap warga kelas 2 (dua) karena budaya patriarkhi dalam kehidupan budaya bangsa Indonesia masih kental. Namun pemikiran-pemikiran mengenai kesetaraan peran sudah mulai dikumandangkan dan semangat ini sudah terbakar untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan, misalnya dalam masalah pekerjaan.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: