Breaking News

    Kisah Atlit yang Cedera dan Bangkit Kembali

    Kisah Atlit yang Cedera dan Bangkit Kembali

    Berkarir sebagai atlit tentu memiliki resiko yang besar untuk mengalami cedera. Cedera fisik yang dialami atlit tentu saja akan mempengaruhi psikis mereka. Efek traumatis yang ditimbulkan dari cedera dapat membuat penampilan mereka berubah dan mungkin tidak dapat semaksimal sebelum mereka cedera. Waktu istirahat bagi atlit yang cedera pun dapat mempengaruhi performa mereka. Mungkin untuk cedera ringan seperti keseleo akibat salah jatuh masih bisa diatasi dalam hitungan hari saja. Namun, apabila cedera lutut atau otot yang parah dan diharuskan operasi, tentu saja dapat memakan waktu lebih lama hingga berbulan-bulan.

    Luke Shaw, salah seorang pemain sepak bola, pernah mengalami patah kaki pada tahun 2015. Pada suatu pertandingan, ia terpaksa menepi dari lapangan karena harus melakukan operasi. Hal ini tentunya tak mudah baginya mengingat usianya yang masih muda saat itu. Beruntungnya, pihak klub sepak bolanya telah menyiapkan psikolog untuk membantu pemulihan mental Shaw pasca-cedera parah.

    Shaw akhirnya mengungkapkan segala hal tentang masa istirahat, rehabilitasi dan bagaimana cedera itu telah mempengaruhi hidupnya. Ia mengungkapkan bahwa penderitaan itu bersifat mental dan fisik. Pada awalnya ia terus menyalahkan diri sendiri karena ia harus terbaring dengan kaki patah dan harus melewati begitu banyak masa buruk. Ini umum dialami oleh atlit yang cedera. Sekilas ia pun berpikit untuk berhenti dan tidak kembali ke dunia olahraga, tapi hal tersebut hanya terbesit sesaat saja.

    Total ada empat operasi yang ia lakukan, meninggalkan dua bekas luka tiga inci di kedua sisinya. Shaw tidak dapat berjalan selama enam bulan. Namun, ia didampingi seorang psikolog untuk memastikan bahwa ia tetap berada dalam keyakinan yang positif untuk dapat bangkit kembali. Ia mengakui hal tersebut sebagian besar memang menunjangnya dalam proses penyembuhan. Memiliki keyakinan, dukungan, dan keinginan besar untuk kembali ke lapangan menjadi kunci baginya untuk mempercepat proses pemulihannya. Hal-hal tersebut tidak harus diberikan oleh seorang psikolog yang mendampingi, tetapi peran orang-orang terdekatnya juga sama pentingnya.

    Begitu lah salah satu kisah atlit yang akhirnya dapat bangkit kembali setelah mengalami cedera berat. Apa kamu memiliki pengalaman cedera juga?

    Sumber:
    https://www.theguardian.com/football/2016/aug/26/luke-shaw-manchester-united-fit-happy

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: