Breaking News

    Lembur Kerja

    Lembur Kerja

    Dalam hidup sehari-hari kita sebenarnya dituntut untuk menentukan prioritas untuk mendapatkan ketenangan hidup. Jika kita ingin terbebas dari hutang dan mendapatkan ketenangan, kita harus pintar mengelola keuangan. Contohnya saja dalam hal prioritas membeli barang. Sering kali kita menginginkan membeli suatu barang namun kita tidak jadi membelinya karena tidak ada anggaran untuk barang tersebut. Begitu juga dengan perusahaan, untuk menghindari biaya yang besar tapi tidak efektif, diperlukan menentukan prioritas, misalnya saja memikirkan alternatif terhadap rekrutmen. Mengapa penting melihat alternatif tersebut? Seperti yang kita ketahui biaya rekrutmen dan seleksi terbilang tinggi, sehingga dibutuhkan perencanaan tepat untuk menambah atau mengganti karyawan. Perencanaan tersebut sering kali tidak tepat, sehingga perusahaan haruslah memikirkan alternatif sebelum melakukan rekrutmen secara hati-hati. Alternatif-alternatif terhadap rekrutmen umumnya meliputi kerja lembur, sistem kontrak, karyawan temporer, dan leasing karyawan.

    Lembur

    Penggunaan waktu lembur merupakan metoda yang paling umum digunakan untuk menghadapi fluktuasi dalam volume kerja. Adapun definisi lembur menurut Kepmen No.102 tahun 2004 pasal 1 ayat 1 adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) harikerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.

    Waktu lembur dapat menguntungkan pihak karyawan maupun pihak perusahaan. Berikut adalah manfaat yang akan diraih ketika memilih untuk menerapkan penggunaan waktu lembur:

    • Segi perusahaan

    1. Perusahaan akan terbebas dari biaya rekrutmen & seleksi (proses mencari kandidat, wawancara, psikotes, fee agen)
    2. Perusahaan akan terbebas dari biaya pelatihan (relokasi dan pemrosesan karyawan baru yang akan dilatih).
    • Segi karyawan

    1. Karyawan akan diuntungkan dari tingkat gaji yang lebih tinggi.
    2. Karyawan berkesempatan untuk meningkatkan performa kerja dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jatuh tempo.

     

    Namun, selain bermanfaat dari segi finansial, ternyata penggunaan waktu lembur akan rentan memunculkan masalah-masalah potensial tersendiri. Apa saja masalah-masalah itu?

    • Banyak manajer percaya bahwa pada saat mereka memperkerjakan karyawan untuk periode waktu lama melebihi waktu normal seperti biasanya, perusahaan akan membayar lebih banyak dan mendapatkan lebih sedikit manfaat dari hasil kerja karyawan yang lembur.
    • Para karyawan dapat menjadi lelah dan tidak memiliki kekuatan untuk bekerja pada tingkat normal, khususnya ketika lembur sedang dibutuhkan.
    • Menurunkan tingkat kepuasan kerja karyawan

    Para karyawan secara sadar atau tidak, menentukan kecepatan mereka sendiri sehingga dapat mengatur kerja lembur. Mereka akan terbiasa mendapatkan tambahan pendapatan akibat pembayaran upah kerja lembur. Para karyawan bahkan dapat menaikkan standar kehidupan mereka sampai pada tingkat yang dimungkinkan oleh tambahan pendapatan ini. Kemudian, ketika kerja lembur tidak dibutuhkan lagi artinya karyawan akan mendapatkan jumlah pendapatan yang kurang, sehingga para karyawan akan menjadi tidak puas.

     

    Seperti bahasan sebelumnya lembur akan menghasilkan upah, lalu bagaimana cara menghitung upah lembur karyawan? Berikut ini adalah pengaturan waktu kerja lembur dan upah kerja lembur yang tertuang dalam Kepmen No. 102 tahun 2004 :

    Pasal 11

    1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :

    a.1 untuk kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;

    a.2 untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 (dua) kali upah sejam.

    (pada pasal 8 dijelaskan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan)

    1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:

    b.1. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.

    b.2. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.

    1. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

     

    Adapun peraturan yang harus diperhatikan dalam menggunakan waktu lembur :

    Pasal 3

    (1) Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1(satu) minggu.

    (2) Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.

    Pasal 7

    (1) Perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh selama waktu kerja lembur berkewajiban :

    1. membayar upah kerja lembur;
    2. memberi kesempatan untuk istirahat secukupnya;
    3. memberikan makanan dan minuman sekurang-kurangnya 1.400 kalori apabila kerja lembur dilakukan selama 3 (tiga) jam atau lebih.

    (2) Pemberian makan dan minum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c tidak boleh diganti dengan uang.

     

    Dengan adanya aturan lembur, karyawan akan terlindungi dan sebuah perusahaan akan mampu mengatur jadwal lembur setiap karyawannya dan memutuskan pilihan apakah akan melakukan rekrutmen atau lembur.

     

     

    Sumber:

    Simamora, Henry. 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

    F-KEPMOMT2004-102-Waktu-Kerja-Lembur-dan-Upah-Kerja-lembur-LG.pdf

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: