Breaking News

    LGBT =/= Gangguan Kejiwaan

    LGBT =/= Gangguan Kejiwaan

    Psikolovers, kalian tentu mengenal istilah LGBT. LGBT merupakan akronim dari istilah orientasi seksual seseorang, yaitu Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender. Banyak yang menilai LGBT ini termasuk dalam gangguan kejiwaan. Namun berdasarkan DSM atau The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, “kitab” gangguan mental yang diterbitkan American Psychiatric Association (APA), LGBT tidak termasuk dalam gangguan kejiwaan. Di Indonesia sendiri digunakan buku yang merupakan rangkuman singkat DSM yaitu PPDGJ (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa).

    Jumlah kategori gangguan jiwa di DSM sendiri telah beberapa kali berubah sejak pertama kali diterbitkan. LGBT, salah satunya, merupakan kategori yang telah dihapuskan dari DSM.  LGBT pernah digolongkan sebagai gangguan jiwa dalam DSM-I dan bertahan hingga tahun 1974. Setelah dilakukan beberapa pertimbangan, akhirnya APA memutuskan untuk menghapus LGBT dari DSM.

    Penghapusan LGBT dari DSM sendiri disebabkan alasan tertentu. Dalam laman resmi APA, Saul M. Levin selaku direktur asosiasi menulis bahwa pengategorian LGBT sebagai masalah kejiwaan merupakan pelabelan yang salah dan telah dibantah oleh sejumlah bukti-bukti ilmiah. Dia menuliskan bahwa ada komponen biologi yang kuat pada orientasi seksual dan itu bisa dipengaruhi oleh interaksi genetik, hormon, dan faktor lingkungan. Singkatnya, tidak ada bukti ilmiah bahwa orientasi seksual merupakan sebuah kehendak bebas. Karena itu, APA memutuskan LGBT dihapuskan dari DSM sebagai gangguan kejiwaan.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: