Breaking News

    Mempekerjakan Kaum Disabilitas

    Mempekerjakan Kaum Disabilitas

    Orang-orang difabelyang ingin bekerja dan masih mampu bekerja mungkin menghadapi banyak hambatan untuk bisa bekerja di perusahaan. Mereka memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, bahkan mengalami banyak perlakuan negatif dari karyawan lain. Padahal, seharusnya kaum difabel memiliki hak untuk bekerja yang sama dengan orang normal. Oleh karena itu, pada tahun 2016, Kementrian Tenaga Kerja di Indonesia menghimbau perusahaan untuk mempekerjakan kaum disabilitas atau difabel. Setiap perusahaan sedikitnya dihimbau untuk mempekerjakan sebanyak 1% dari total karyawan.

    Kesempatan atau peluang kerja yang diberikan oleh perusahaan maupun pelatihan-pelatihan baik oleh pemerintah maupun lembaga non pemerintahmerupakan kunci penting lain bagi difabel dapat bekerja atau mengakses pekerjaan.Kaum difabel merupakan kelompok yang memiliki kemampuan berbeda dengan pencari kerja lain. Mereka lebih mengandalkan profesionalitas. Akan tetapu, ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan oleh pengusaha dalam mempekerjakan karyawan difabel menurut UU Ketenagakerjaan, antara lain:

    1. Pelatihan kerja bagi tenaga kerja penyandang cacat dilaksanakan dengan memperhatikan jenis, derajat kecacatan, dan kemampuan tenaga kerja penyandang cacat yang bersangkutan (Pasal 19 UU Ketenagakerjaan)

    2. Pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat wajib memberikan perlindungan sesuai dengan jenis dan derajat kecacatannya.

    Perlindungan ini misalnya penyediaan aksesibilitas, pemberian alat kerja, dan alat pelindung diri yang disesuaikan dengan jenis dan derajat kecacatannya. [Pasal 67 ayat (1) UU Ketenagakerjaan dan penjelasannya]

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: