Breaking News

    Mengenal Ikatan Psikologi Sosial Indonesia

    Mengenal Ikatan Psikologi Sosial Indonesia

    Ikatan Psikologi Sosial Indonesia merupakan lembaga yang menampung praktisi dan ilmuwan psikologi yang berada di bidang sosial. IPS Indonesia resmi berdiri pada tanggal 11 November 1999 sebagai lembaga yang berkedudukan di bawah HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia). Peresmian berdirinya IPS juga disertai dengan sebuah Simposium Etnopsikologi dengan empat pembicara, yaitu Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Prof. Dr. James Dananjaya, Dharmayati Utoyo Lubis, Ph.D., dan Prof. Dr. Subyakto Atmosiswoyo, M.P.A.

    Anggota IPS Indonesia terdiri atas: 1) Anggota biasa, yaitu sarjana S1, S1, dan S3 Psikologi; 2) Anggota khusus, yaitu peminat bidang Psikologi Sosial dan mahasiswa S2, S3 Psikologi; 3) Anggota muda, yaitu anggota yang masih dalam proses pendidikan S1 Psikologi. IPS Indonesia memiliki visi yaitu “menjadi Ikatan Psikologi Sosial yang andal, dapat dipercaya, dan mampu memberikan nilai tambah bagi segenap anggotanya maupun masyarakat”.

    Beberapa kegiatan yang dilaksanakan IPS Indonesia di antaranya:
    1. Mengembangkan keberadaan Psikologi Sosial di Indonesia melalui pendidikan, penelitian dan penerapan;
    2. Memasyarakatkan dan mengembangkan keberadaan Ikatan Psikologi Sosial;
    3. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar anggota;
    4. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan lembaga, instansi dan/atau organisasi profesi lain, baik di dalam maupun di luar negeri;
    5. Meningkatkan pembinaan, pembimbingan dan pengawasan terhadap anggota dalam melaksanakan kegiatan profesi dan keilmuan Psikologi Sosial;
    6. Melaksanakan usaha-usaha untuk mensejahterakan anggota;
    7. Melaksanakan pertemuan ilmiah dalam rangka Kongres HIMPSI maupun pertemuan-pertemuan lainnya;
    8. Melakukan pengabdian kepada masyarakat;
    9. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang standar pelayanan psikologi dan organisasi dan membantu memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelayanan psikologi sosial.

    Sumber:
    ikatanpsikologisosial.org

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: