Breaking News

    Mengenali Apa itu Kontrak Kerja

    Mengenali Apa itu Kontrak Kerja

    Sebagai karyawan kita berhak mengetahui perjanjian kerja yang disodorkan pihak perusahaan kepada kita. Apakah termasuk karyawan tetap atau tidak tetap. Perjanjian kerja ada 2 yaitu PWKT dan PWKTT. Jika perjanjian kerja kita termasuk PWKT maka kita termasuk kedalam karyawan kontrak. Tetapi sebaliknya jika kita termasuk PWKTT berarti kita adalah karyawan tetap dan berhak mendapat uang pesangon jika di PHK.

    Sebelum membahas PWKT, kita bahas terlebih dulu apa itu perjanjian kerja. Perjanjian kerja sama halnya dengan perjanjian pada umumnya. Sebuah perjanjian wajib memenuhi beberapa syarat sebagaimana dalam hukum perdata dana asas-asas perjanjian pada umumnya. Menurut KUH Perdata pasal 1320, perjanjian yang sah harus memenuhi:

    1. Kata sepakat berarti se-ia se-kata dalam menentukan suatu hal, dimana antara pengusaha dan karyawan terjadi pandangan yang sama. Misalnya pengusaha menawarkan gaji pokok Rp 3.000.000 perbulan dan calon karyawan menyetujuinya, maka diantara keduanya telah terjadi kesepakatan.

    2. Cakap berarti seseorang harus mampu menguasai suatu hal yang didasari hukum atau suatu aturan. Misalnya anak berumur 10 tahun tidak sah menandatangani sebuah kontrak kerja karena secara hukum, anak dibawah umur belum cakap dalam melakukan perbuatan yang didasari hukum atau aturan dalam bekerja.

    3. Suatu hal tertentu, maksudnya adalah suatu perjanjian yang jelas dan konkrit, bisa dinilai dan diukur. Misalnya seorang pengusaha menyebutkan akan menggaji karyawan setiap bulannya, maka seharusnya pengusaha tersebut menyebutkan dengan jelas akan menggaji karyawan Rp 3.000.000.

    4. Suatu sebab yang halal berarti perjanjian itu bukan sesuatu yang dilarang oleh hukum, tidak tercela secara kesusilaan, atau tidak mengganggu ketenangan umum. Misalnya seseorang menandatangani perjanjian menjadi pengedar narkoba, tentu hal ini dilarang oleh agama dan hukum negara maka perjanjian ini dianggap tidak sah.

    Menurut pasal 50 UU Ketenagakerjaan, suatu hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan karyawan. Segala biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pembuatan dan pelaksanaan perjanjian kerja menjadi tanggung jawab perusahaan. Jenis Perjanjian Kerja ada 2 macam, Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak tertentu (PKWTT). Tapi untuk kali ini kita akan membahas PWKT terlebih dahulu.

    Perjanjian Kerja untuk Waktu tertentu atau biasa kita dengar PWKT adalah perjanjian yang pekerjanya sering disebut dengan karyawan kontrak. Karyawan kontrak ini bekerja dalam jangka waktu tertentu atau berdasarkan selesainya pekerjaan tertentu.

    Biasanya PWKT paling lama bekerja 3 tahun. Terkadang pekerjaannya juga bersifat musiman. Dan karyawan PWKT biasanya melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam masa percobaan.

    Suatu PKWT wajib dibuat secara tertulis dan didaftarkan pada intansi ketenagakerjaan terkarit (Disnaker). PKWT yang tidak dibuat secara tertulis dan didaftarkan pada instansi ketenagakerjaan terkait akan dianggap sebagai PKWTT, sehingga jika perusahaan melakukan PHK maka karyawan berhak menerima uang pesangon.

    Jika pengusaha melanggar ketentuan tersebut, maka PKWT berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWT). Apalagi jika perusahaan melanggar ketentuan UU Ketenagakerjaan itu maka bisa saja terjadi PHK ke para karyawan dan kita sebagai karyawan berhak mendapat uang pesangon atas pekerjaan kita. Akan tetapi jika kita masih menjadi karyawan kontrak atau PWKT dan kontraknya berakhir, maka kita tidak akan mendapat uang pesangon.

    Jika jangka waktu perjanjiannya telah habis, maka dapat diperpanjang dan diperbaharui. PWKT paling lama hanya 2 tahun, dan hanya boleh diperpanjang 1 kali dan untuk 1 tahun lama bekerja. Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat dilakukan setelah melewati masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari dari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama.

    Jika pengusaha bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, pengusaha harus memberitahukan kepada pekerja/buruh yang bersangkutan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir.

    Menurut Permenakertrans No. 100/2004, perjanjian kerja waktu tertentu dan kesempatannya untuk diperpanjang/dibarui tergantung dari jenis pekerjaan yang diperjanjikan. Jika pekerjaannya bersifat sementara dan sekali selesai, maka jangka waktu perjanjian kerja adalah 3 tahun dan tidak dapat diperpanjang. Jenis perjanjian kerja ini dapat diperbarui selama 2 tahun setelah masa jeda 30 hari. Jika pekerjaannya bersifat musiman, maka masa perjanjian kerja tergantung pada cuaca, atau musim, atau pesanan/target. Jika pekerjaan tersebut berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau kegiatan pendukung (dalam tahap penelitian dan pengembangan), masa perjanjian kerjanya adalah 2 tahun dan diperbolehkan untuk diperpanjang 1 tahun.

    Apabila karyawan kontrak sedang menunggu pembaharuan kontrak atau biasa disebut masa off kemudian masih dipekerjakan oleh perusahaan maka otomatis karyawan kontrak tersebut menjadi karyawan tetap. Karena kontrak kerja karyawan maksimal 3 tahun dan jika ditahun ke 4 karyawan masih dipekerjakan berarti karyawan tersebut juga sudah menjadi karyawan tetap pada perusahaan tersebut.

    Perlu diketahui juga dalam PWKT tidak ada masa percobaan kerja bagi karyawan. Jika dalam PWKT disyaratkan adanya masa percobaan kerja, maka perjanjian kerja tertentu batal. Sejak PWKT di daftarkan pada Disnaker, tidak mengakui bahwa adanya masa percobaan kerja dan karenanya sejak masa awal percobaan tersebut dianggap tidak ada.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: