Breaking News

    Mental Training untuk Atlit

    Mental Training untuk Atlit

    Munculnya pengertian mental training berawal dari konsep mental itu sendiri yang diungkapkan oleh Drever (1971) yaitu “mental adalah keseluruhan struktur dan proses-proses kejiwaan, baik yang disadari maupun tidak, dari bagian dalam psyche yang terorganisir”. Ungkapan lain muncul dari Unestahl pada tahun 1988 mengenai pengertian mental training ini. Unestahl berpendapat bahwa “Mental training is a systematic and long-term training to develop and learn, to control: 1. behavior, 2. performance, 3. emotion and mood state, 4. bodily processes“.

    Demi dapat meningkatkan prestasi atau performa olahraganya, seorang atlit perlu memiliki mental tangguh. Sehingga ia dapat berlatih dan bertanding dengan semangat tinggi, dedikasi total, pantang menyerah, tidak mudah terganggu oleh masalah-masalah pribadi. Untuk dapat memiliki mental yang tangguh tersebut, atlit perlu melakukan latihan mental yang sistematis. Jika kemampuan atlit menurun karena faktor kesalahan teknik, maka persepsi atlit terhadap kemampuan dirinya juga akan berkurang. Jika masalah kesalahan ini tidak teridentifikasi dan tidak segera diperbaiki, maka dampaknya akan menetap. Akibatnya, kemampuan atlit tidak meningkat dan hal tersebut lama kelamaan bisa menimbulkan sikap negatif (misalnya kecewa) terhadap prestasi olahraganya.


    Berikut adalah beberapa jenis latihan mental atau mental training yang dapat dilakukan seorang atlit:

    1. Membuat catatan harian mental (mental log)
    Catatan latihan mental merupakan catatan harian yang ditulis setiap atlit selesai melakukan latihan, pertandingan, atau acara lain yang berkaitan dengan olah raganya. Dalam buku catatan latihan mental ini dapat dituliskan pikiran, bayangan, ketakutan, emosi, dan hal lain-lain yang dianggap penting dan relevan oleh atlit. catatan ini semestinya dapat menceritakan bagaimana atlit berpikir, bertindak, bereaksi, juga merupakan tempat untuk mencurahkan segala perasaan negatif jika melakukan kegagalan atau tampil buruk.

    2. Penetapan Sasaran (goal setting)
    Penetapan sasaran (goal setting) perlu dilakukan agar atlit memiliki arah yang harus dituju. Penetapan sasaran ini sedapat mungkin harus bisa diukur agar dapat melihat perkembangan dari pencapaian sasaran yang ditetapkan. Sasaran ini sebaiknya dikonsultasikan juga dengan pelatih. Sasaran tersebut harus membuat atlit tertantang tetapi tidak boleh terlalu mudah atau terlalu sulit agar dapat berfungsi juga sebagai pembangkit motivasi.

    3. Latihan Relaksasi

    Tujuan daripada latihan relaksasi seperti latihan manajemen stress adalah untuk mengendalikan ketegangan, baik itu ketegangan fisik maupun psikologis. Ada berbagai macam bentuk latihan relaksasi, namun yang paling mendasar adalah latihan relaksasi otot secara progresif. Tujuan daripada latihan ini adalah agar atlit dapat mengenali kapan saatnya harus rileks dan membedakannya dengan keadaan tegang.

    4. Latihan visualisasi (mental imagery)

    Latihan visualisasi (mental imagery) merupakan suatu bentuk latihan mental yang berupa pembayangan diri di dalam pikiran. Manfaat daripada latihan imajeri antara lain adalah untuk mempelajari teknik baru, memperbaiki Teknik yang masih salah atau belum sempurna, latihan simulasi dalam pikiran, dan latihan bagi atlit yang sedang rehabilitasi cedera. Di dalam imajeri si atlit bukan hanya ‘melihat’ dirinya melakukan teknik-teknik, tapi juga memfungsikan indera pendengaran, perabaan, penciuman dan pengecapan. Untuk dapat menguasai latihan imajeri, seorang atlit harus dapat mahir dulu dalam melakukan latihan relaksasi.

    5. Latihan Konsentrasi

    Konsentrasi merupakan suatu keadaan dimana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu objek tertentu dalam waktu tertentu. Dalam olahraga, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi lemparan, pukulan, tendangan, atau tembakan sehingga tidak mengenai sasaran.

    Dan banyak lagi latihan-latihan atau cara meredakan stres/kecemasan pada atlit, contoh di atas adalah latihan yang umum dilakukan para pelatih-pelatih untuk meredakan kecemasan yang dialami atlit.

    Sumber:
    http://www.hiithighintensityintervaltraining.ga/2017/06/pengertian-mental-training-dalam-olahraga.html
    http://simbolonbermanhot.blogspot.co.id/2013/08/latihan-mental-bagi-atlet.html

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: