Breaking News

    Menyendiri Berbeda dengan Kesepian

    Menyendiri Berbeda dengan Kesepian

    Kondisi emosional seseorang bisa berubah-ubah. Ada kalanya ingin beramai-ramai, tetapi ada juga masanya merasa sepi atau ingin menyendiri. Perasaan kesepian dan ingin sendiri ternyata berbeda. Kesepian merupakan kesedihan karena seseorang tidak memiliki teman, terisolasi, perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang, sakit, depresi, ketidaklengkapan, atau tidak adanya hubungan bermakna dengan orang lain.

    Keinginan untuk menyendiri juga memiliki arti terisolasi, tetapi berhubungan dengan diri sendiri dan merupakan kesempatan untuk refleksi. Kesepian merupakan emosi manusia yang kompleks dan unik. Kesepian menyebabkan orang merasa hampa, sendirian, dan tidak diinginkan.

    Kondisi ini melibatkan perasaan ingin berhubungan dengan orang lain, tetapi pikiran yang membuat kenyataannya menjadi sulit untuk terkoneksi dengan orang lain.

    Meski merasa sendirian, orang yang kesepian belum tentu benar-benar seorang diri. Bisa saja sedang berada di tengah keramaian dan bersama banyak orang, tetapi tetap merasa terisolasi.

    Menurut penelitian oleh Dr. John Cacioppo, Psikolog Universitas Chicago dan pakar kesepian teratas di Amerika Serikat, kesepian sangat terkait dengan genetika. Faktor lain yang berkontribusi pada kesepian meliputi variabel situasional, seperti isolasi fisik, pindah ke lokasi baru, atau perceraian.

    Kematian seseorang yang signifikan dalam kehidupan kita juga bisa menyebabkan perasaan kesepian. Kesepian juga bisa menjadi gejala gangguan psikologis seperti depresi dan dikaitkan dengan faktor internal seperti tingkat percaya diri rendah. Orang yang kurang percaya diri sering percaya bahwa mereka tidak layak mendapat perhatian atau perhatian orang lain. Hal ini dapat menyebabkan isolasi dan kesepian kronis.

    Studi yang dilakukan oleh Dr. John mencapai kesimpulan bahwa kesepian sebenarnya bisa menular. Dalam 10 tahun penelitian, periset memeriksa bagaimana kesepian menyebar di jejaring sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang dekat dengan seseorang yang mengalami kesepian adalah 52 persen lebih mungkin untuk menjadi kesepian juga.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: