Breaking News

    MMPI-2 (Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2)

    MMPI-2 (Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2)

    Butir-butir soal MMPI-2 terdiri dari 567 pernyataan afirmatif yang ditanggapi pesertates “Benar” atau “Salah”. 370  soal pertama, yang pada dasarnya sama dengan butir-butirsoal dalam MMPI, kecuali dalam hal perubahan editorial dan pengaturan kembali,menyediakan semua respons yang dibutuhkan untuk memberi skor 10 skala “klinis” yang asli dan tiga skala validitas 197 butir soal tersisa (107 di antaranya baru) diperlukan untuk menskor seluruh komplemen yang terdiri dari 104 validitas baru, yang direvisi dan dipertahankan, serta skala dan subskala suplementer yang membangun inventori secara lengkap. Butir-butir soal mempunyai rentang luas dalam isi, mencakup bidang-bidang sepertikesehatan umum; simptom-simptom afektif, neurologis, dan motorik; sikap seksual, politis,dan social; pertanyaan-pertanyaan tentang pendidikan, pekerjaan, keluarga, danpernikahan; serta banyak manifestasi perilaku neurons, atau psikotis yang dikenal, sepertikeadaan obsesif dan kompulsif, delusi, halusinasi, ide-ide rujukan, fobia, dankecenderungan sadistis serta masokhistis. Dahsltrom (1993a) telah mempersiapkansuplemen manual yang menyediakan semua mformasi yang perlu untuk membandingkanbutir-butir soal MMPI-2 dengan butir-butir soal yang asli.


    Segi yang menonjol dari MMPI asli adalah penggunaan tiga skala yang disebutskala-skala validitas, yang juga dipertahankan dalam MMPI-2. Skala-skala ini tidak berkaitan dengan validitas dalam pengertian teknis. Akibatnya, skala-skala ini mewakilipengecekan dalam hal kurangnya perhatian, kesalahpahaman, pura-pura sakit, danpelaksanaan perangkat respons khusus dan sikap mengikuti tes.


    Bagaimanapun juga, panduan MMPI-2 memiliki informasi yang memungkinkan parapengguna untuk membandingkan skor-skor yang dimunculkan dari kedua versi vangdidasarkan pada respons ke salah satunya. Meskipun usul ini bukan tanpa masalah masalah yang dibawanya (lihat,Misalnya Ben-Porath & Tellegen, 1995), usulan ini didukung oleh sejumlah metode yang dapat dipertahankan secara empiris bagi para pengguna untuk menegosiasikan periode transisi antara kedua versi ini (lihat, misalnya Humphrey & Dahlstrom, 1995).




    Sumber:
    Tes Inventory, http://www.mercubuana.ac.id

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: