Breaking News

    Mythomania: Berbohong Demi Sebuah Pengakuan

    Mythomania: Berbohong Demi Sebuah Pengakuan

    Psikolovers, kalian pasti sudah mengetahui kasus Dwi Hartanto, seorang pemuda yang terbukti melakukan kebohongan akan prestasi yang diraihnya. Kebohongan yang ia lakukan bahkan bukan dalam skala kecil. Menurut kalian, apa motif di balik kebohongan yang dilakukannya?

    Dalam ilmu psikologi, dikenal istilah Mythomania. Mythomania, atau kebohongan patologis, merupakan gangguan patologi pada seseorang ketika ia melakukan kebohongan secara terus-menerus hingga pada tahap ia percaya kebohongan itu benar dengan tujuan mendapat pengakuan dari orang lain. Istilah Mythomania pertama kali diperkenalkan pada tahun 1905 oleh seorang psikiater bernama Fedinand Dupre.

    Terkadang, kebohongan yang dilakukan oleh penderita mythomania dilakukan tanpa disadari oleh penderitanya. Dalam pikirannya, ia tidak menyadari bahwa orang lain akan terganggu dengan kebohongannya karena yang terpenting baginya adalah pengakuan dari orang di sekitar. Menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, penderita gangguan ini tidak merasa bersalah karena sudah terlalu sering melakukan kebohongan sehingga akan menganggap apa yang dilakukannya merupakan hal yang wajar.

    Salah satu penyebab mythomania yaitu adanya kegagalan dalam hidup seseorang yang membuatnya ingin melarikan diri dari kegagalan tersebut. Semakin ia berbohong dan orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia merasa terbantu untuk lepas dari image tentang dirinya yang mengalami kegagalan.

    Beberapa ciri dari penderita Mythomania yaitu:

    • Sering membesar-besarkan sesuatu

    • Menciptakan realita sendiri untuk dirinya

    • Sering berbicara kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya

    • Sangat defensif ketika pernyataannya dipertanyakan

    • Selalu berpendapat bahwa dirinya lebih baik dari siapapun

    • Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar bagi orang lain.

    Untuk mengobati mythomania, penderita tentu harus menyadari bahwa kebohongan yang dilakukan merupakan hal yang buruk karena justru akan menimbulkan masalah-masalah baru. Konseling dan terapi bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang diderita penderita mythomania.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: