Breaking News

    OCB Sama dengan Tenaga Sukarela? Seimbang Kuncinya!

    OCB Sama dengan Tenaga Sukarela? Seimbang Kuncinya!

    Setelah kita ketahui bahwa OCB merupakan perilaku tanpa pamrih yang dilakukan oleh karyawan demi kemajuan sebuah organisasi, karyawan rela melakukan dan membantu apa saja—diluar pekerjaan formalnya asal itu masih tetap berkaitan dengan pekerjaan organisasi. Maka kita bisa menyandingkannya dengan tenaga sukarela. Kenapa?

    Karena OCB merupakan tuntutan hati nurani—bukan sekedar tuntutan pekerjaan, ya meskipun masih berhubungan dan harus berkaitan dengan pekerjaan di sebuah organisasi.

    Fenomena OCB di Indonesia saat ini tengah menjamur—mengingat semakin maraknya pula perusahaan startup di Indonesia. Perusahaan startup yang memiliki tim secukupnya sebenarnya menjadikan karyawan nya untuk mengaplikasikan perilaku OCB ini—untuk berfikir dan mengharuskan melakukan sesuatu diluar kontrak kerja nya.

    Lalu apa  manfaat dari tenaga sukarela semacam OCB ini?

    Sebenarnya jika berbicara tentang manfaat—setiap perilaku organisasi pasti memiliki dua dampak yang akan dirasakan. Ada dampak baik nya—dan tak jarang dampak buruknya pula.

    Jika seseorang melakukan OCB berdasarkan passion dan keahliannya, maka melakukan hal-hal diluar pekerjaan semacam ini akan terasa menyenangkan. Betul? Dan ini berdampak baik—untuk si pelaku nya juga organisasinya. Ditambah jika organisasi itu memberikan apresiasi yang bagus dan positif terhadap karyawan pelaku OCB tersebut. Dan jika sudah merasa di apresiasikan, tentu karyawan akan menjadi lebih semngat dan semakin produktif bekerja. Setuju?

    Namun, lagi-lagi kita berbicara tentang manfaat—pasti akan terselip sesuatu kebalikannya.

    Bisa saja karyawan yang melakukan OCB—dengan sukarela dan tak berharap imbalan apapun menjadi semakin survive dan bertanggung jawab pada organisasinya—namun tidak menutup kemungkinan juga karyawan akan merasa kelelahan dan menurunkan perfoma kinerja kerja nya. Manusiawi kan? Karena bagaimanapun setiap manusia sebenarnya memiliki waktu produktifnya masing-masing. Dan jika melulu dipaksakan—ya akan mengurangi kinerja kerja—dan akan kelelehan.

    Jadi ini tentang keseimbangan saja. Boleh melakukan OCB apalagi jika hal itu akan menyenangkan—tetapi mesti diseimbangkan juga dengan kondisi dan kebutuhan tubuh anda.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: