Breaking News

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

    Pemutusan Hubungan Kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan. Yang biasa di sebabkan karena pengunduran diri, pemberhentian oleh perusahaan atau habis kontrak kerja.

    Penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja biasanya disebabkan karena habisnya kontrak kerja, meninggal dunia, adanya pelanggaran yang di lakukan oleh pihak perusahaan atau pekerja yang tidak sesuai dengan perjanjian yang telah di setujui.

    Penyebab pemutusan hubungan kerja adalah jangka waktu kontak kerja telah berakhir adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dan adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

    Jadi, pihak yang mengakhiri perjanjian kerja sebelum jangka waktu yang ditentukan, wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Pemutusan hubungan kerja diputuskan dengan alasan yang jelas dan mendapatkan uang penggantian hak sesuai dengan pasal 156 ayat 4.

    Perusahaan dilarang untuk memutuskan hubungan kerja jika pekerja selama 12 hari berturut-turut mengalami sakit yang diberikan keterangan dokter, pekerja menjalankan ibadah agamanya, pekerja menikah ,  pekerja juga sedang dalam masa melahirkan, hamil, menyusui, dan gugur kandungan bagi perempuan. Dan perusahaan juga dilarang memutuskan hubungan kerja jika antara pekerja melakukan pernikahan kecuali sudah terlebih dahulu ada perjanjian antara perusahaan dan pekerja.

    Syarat yang harus di penuhi ketika melakukan pemutusan hubungan kerja adalah adanya tenggang waktu pemberhentian, ada alasan kuat pemberhentian, izin dan saat pemberhentian yang tidak boleh di lakukan secara mendadak kecuali masih dalam masa percobaan dan adanya sesuatu yang mendesak, pemberhentian uang pesangon dan uang jasa. Maka dari itu tidak mudah untuk suatu perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada pekerja.

    Pekerja yang mengalami pemutusan kerja masih dapat dipekerjakan kembali apabila pekerja mengajukan ke perusahaan lain jika tidak ada permasalahan dengan pihak perusahaan yang lama. Pekerja juga dapat menerima kembali hak yang seharusnya di dapatkan pada saat bekerja.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: