Breaking News

    Pengaruh Narkoba Terhadap Otak

    Pengaruh Narkoba Terhadap Otak

    Anda tentu sudah banyak mendengar tentang bahaya yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba. Dari sekian banyak efek yang ditimbulkan, penggunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya dapat mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh. Akibatnya hal ini akan berpengaruh terhadap seluruh fungsi tubuh Anda.

    Berikut adalah efek narkoba pada otak yang harus Anda waspadai:

    1. Memanipulasi perasaan, mood, dan perilaku
    Karena narkoba berpengaruh pada kerja otak, narkoba bisa mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkotika disebut zat psikoaktif.

    2. Memacu kerja otak berlebihan

    Narkoba juga dapat memacu kerja otak atau yang sering disebut stimulan, sehingga timbul rasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, dan hubungan dengan orang lain menjadi akrab. Namun, hal ini bisa menyebabkan Anda tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meningkat.

    3. Memicu halusinasi

    Ada pula narkoba yang menyebabkan khayal, atau yang juga sering disebut halusinogen. Contoh adalah LSD. Selain LSD, ada ganja yang menimbulkan berbagai pengaruh, seperti berubahnya persepsi waktu dan ruang, serta meningkatnya daya khayal, sehingga ganja dapat digolongkan sebagai halusinogenika.

    Selain pada otak, penyalahgunaan narkotika juga memiliki pengaruh terhadap kerja sistem saraf. Berikut penjelasannya.

    1. Gangguan saraf sensorik. Gangguan ini menyebabkan rasa kebas dan penglihatan buram hingga bisa menyebabkan kebutaan.
    2. Gangguan saraf otonom. Gangguan ini menyebabkan gerakan yang tidak dikehendaki melalui gerak motorik. Sehingga orang yang dalam keadaan mabuk bisa melakukan apa saja di luar kesadarannya.
    3. Gangguan saraf motorik. Gerakan ini tanpa koordinasi dengan sistem motoriknya. Contohnya, kepala bergoyang sendiri. Gerakan baru akan berhenti jika pengaruh narkobanya hilang.
    4. Gangguan saraf vegetatif. Hal ini terkait bahasa yang keluar di luar kesadaran. Tak hanya itu, efek narkoba pada otak bisa menimbulkan rasa takut dan kurang percaya diri jika tidak menggunakannya.
    Selain efek langsung pada otak dan syaraf, narkotika juga memiliki resiko lain, yaitu:
    – Kondisi malnutrisi dapat mengakibatkan resiko ketagihan dan peka terhadap infeksi penyakit.
    – Penggunaan alat suntik yang tidak steril dapat terjadi resiko infeksi penyakit hepatitis dan HIV.
    – Pemakaian obat yang tidak jelas asalnya dapat menimbulkan resiko terjadinya overdosis, misalnya penggunaan heroin yang overdosis dapat menyebabkan koma dan kematian.
    – Ketagihan itu sendiri dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan tingkah laku tidak normal.

    Sumber:
    http://www.rs-sejahterabhakti.com/2015/09/narkoba-pada-sistem-saraf.html

    https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/efek-narkoba-pada-otak/

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: