Breaking News

    PENGUKURAN KINERJA MELALUI BALNCED SCORECARD

    PENGUKURAN KINERJA MELALUI BALNCED SCORECARD

    Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menyebabkan perubahan besar dalam persaingan produksi, pemasaran, pengelolaan SDM, serta pengelolaan antara perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan dengan perusahaan lainnya. Perubahan-perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk mempersiapkan dirinya agar bisa diterima dilingkungan yang lebih luas.

    Lalu bagaimanakah cara perusahaan untuk memenangkan persaingan dan diterima dilingkungan yang lebih luas?

    Keadaan tersebut memaksa manajemen untuk berupaya menyiapkan, menyempurnakan ataupun mencari strategi-strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan. Meningkatnya persaingan bisnis memacu manajemen untuk lebih memperhatikan sedikitnya dua hal penting yaitu “keunggulan” dan “nilai”. Penilaian atau pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam perusahaan. Selain digunakan untuk menilai keberhasilanperusahaan, pengukuran kinerja juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan sistem imbalan dalam perusaan, misalnya untuk menentukan tingkat gaji karyawan maupun reward yang layak. Pihak manajemen juga dapat menggunakan pengukuran kinerja perusahaan sebagai alat untuk mengevaluasi pada periode yang lalu.

    Pengertian penilaian kinerja (pengukuran kinerja) menurut Mulyadi (2007:419) adalah sebagai penentu secara periodik efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawan berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telahditetapkan sebelumnya. Pengukuran kinerja dibutuhkan suatu penilaian kinerja yangdapat digunakan menjadi landasan untuk mendesain sistem penghargaan agar personel menghasilkan kinerjanya yang sejalan dengan kinerja yang diharapkan oleh organisasi.

    Terdapat salah satu alat analisis yang bertujuan untuk menunjang proses manajemen yaitu Balanced Scorecard. Balanced Scorecard tidak hanya sekedar alat pengukur kinerja perusahaan tetapi merupakan suatu bentuk transformasi strategik secara total kepada seluruh tingkatan dalam organisasi.

    Balanced Scorecard juga merupakan suatu system management strategi yang menjabarkan visi dan strategi suatu perusahaan ke dalam tujuan operasional dan tolak ukur. Tujuan dan tolak ukur dikembangkan untuk setiap 4 (empat) perspektif yaitu : Perspektif Keuangan (Financial Perspective), Perspektif Pelanggan (Customers Perspective), Perspektif Proses Usaha Internal (Internal Perspective) dan Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning & Growth Perspective).

     

    1. Perspektif Keuangan

    BSC memakai tolak ukur kinerja keuangan seperti laba bersih dan ROI, karena tolak ukur tersebut secara umum digunakan dalam perusahaan untuk mengetahui laba. Tolak ukur keuangan saja tidak dapat menggambarkan penyebab yang menjadikan perubahan kekayaan yang diciptakan perusahaan atau organisasi (Mulyadi dan Johny Setyawan, 2000).

    Di dalam Balanced Scorecard, pengukuran finansial mempunyai dua peranan penting, di mana yang pertama adalah semua perspektif tergantung pada pengukuran finansial yang menunjukkan implementasi dari strategi yang sudah direncanakan dan yang kedua adalah akan memberi dorongan kepada 3 perspektif yang lainnya tentang target yang harus dicapai dalam mencapai tujuan organisasi.

    2. Perspektif Pelanggan

    Dalam perspektif pelanggan, perusahaan perlu terlebih dahulu menentukan segmen pasar dan pelanggan yang menjadi target bagi organisasi atau badan usaha. Selanjutnya, manajer harus menentukan alat ukur yang terbaik untuk mengukur kinerja dari tiap unit opetasi dalam upaya mencapai target finansialnya. Selanjutnya apabila suatu unit bisnis ingin mencapai kinerja keuangan yang superior dalam jangka panjang, mereka harus menciptakan dan menyajikan suatu produk baru/jasa yang bernilai lebih baik kepada pelanggan mereka (Kaplan, dan Norton, 1996).

    3. Perspektif Proses Bisnis Internal

    Perspektif proses bisnis internal menampilkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis untuk memberi value proposition yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggannya di segmen pasar yang diinginkan dan memuaskan harapan para pemegang saham melalui flnancial retums (Simon, 1999). Tiap-tiap perasahaan mempunyai seperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi pelanggannya. Secara umum, Kaplan dan Norton (1996) membaginya dalam 3 prinsip dasar, yaitu:

    • Proses inovasi.

    Proses inovasi adalah bagian terpenting dalam keseluruhan proses produksi. Tetapi ada juga perusahaan yang menempatkan inovasi di luar proses produksi. Di dalam proses inovasi itu sendiri terdiri atas dua komponen, yaitu: identifikasi keinginan pelanggan, dan melakukan proses perancangan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.Bila hasil inovasi dari perusahaan
    tidak sesuai dengan keinginan pelanggan, maka produk tidak akan mendapat tanggapan positif dari pelanggan, sehingga tidak memberi tambahan pendapatan bagi perasahaan bahkan perasahaan haras mengeluarkan biaya investasi pada proses penelitian dan pengembangan.

    • Proses operasi.

    Proses operasi adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan, mulai dari saat penerimaan order dari pelanggan sampai produk dikirim ke pelanggan. Proses operasi menekankan kepada penyampaian produk kepada pelanggan secara efisien, dan tepat waktu. Proses ini, berdasarkan fakta menjadi fokus utama dari sistem pengukuran kinerja sebagian besar organisasi.

    • Pelayanan purna jual.

    Adapun pelayanan purna jual yang dimaksud di sini, dapat berupa garansi, penggantian untuk produk yang rusak, dll.

    4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

    Perspektif ini menyediakan infrastruktur bagi tercapainya ketiga perspektif sebelumnya, dan untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang.
    Penting bagi suatu badan usaha saat melakukan investasi tidak hanya pada peralatan untuk menghasilkan produk/jasa, tetapi juga melakukan investasi pada infrastruktur, yaitu: sumber daya manusia, sistem dan prosedur. Tolak ukur kinerja keuangan, pelanggan, dan proses bisnis internal dapat mengungkapkan kesenjangan yang besar antara kemampuan yang ada dari manusia, sistem, dan prosedur. Untuk memperkecil kesenjangan itu, maka suatu badan usaha harus melakukan investasi dalam bentuk reskilling karyawan, yaitu: meningkatkan kemampuan sistem dan teknologi informasi, serta menata ulang prosedur yang ada.

     

    Bagaimanakah perspektif tersebut jika dibuat dalam skema? Dibawah ini merupakan skema mengenai perspektif Balanced Scorecard:

     

    Source: http://www.drrobertdavies.com/balancedscorecardsuccess.php

     

    Setelah mengetahui perspektif Balanced Scprecard, perlu diketahui juga mengenai karakteristik Balanced Scorecard yang baik. Balanced Scorecard yang baik harus memenuhi beberapa kriteria antara lain:

    • Dapat mendefinisikan tujuan strategi jangka panjang dari masing-masing perspektif (outcomes) dan mekanisme untuk mencapai tujuan tersebut(performance driver).

     

    • Setiap ukuran kinerja harus merupakan elemen dalam suatu hubungan sebabakibat (cause and effect relationship).

     

    • Terkait dengan keuangan, artinya strategi perbaikan seperti peningkatankualitas, pemenuhan kepuasan pelanggan, atau inovasi yang dilakukan harus berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan.

     

    Langkah-langkah Balanced Scorecard juga harus meliputi empat proses manajemen baru.Pendekatan ini mengkombinasikan antara tujuan strategi jangka panjang dengan peristiwa jangka pendek. Kempat proses tersebut menurut (Kaplan dan Norton, 1996)antara lain :

     

    • Menterjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan.

    Untuk menentukan ukuran kinerja, visi organisasi dijabarkan dalam tujuandan sasaran. Visi adalah gambaran kondisi yang akan diwujudkan oleh perusahaan di masa datang. Tujuan juga menjadi salah satu landasan bagi perumusan strategi untuk mewujudkannya. Dalam proses perencanaanstrategik, tujuan ini kemudian dijabarkan dalam sasaran strategik denganukuran pencapaiannya.

    • Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis Balanced Scorecard.

    Dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan kepada tiap karyawan apayang dilakukan perusahaan untuk mencapai apa yang menjadi keinginan para pemegang saham dan konsumen. Hal ini bertujuan untuk mencapai kinerja karyawan yang baik.

    • Merencanakan, menetapkan sasaran, menyelaraskan berbagai inisiatifrencana bisnis. Memungkinkan organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis danrencana keuangan mereka. Balanced Scorecard sebagai dasar untukmengalokasikan sumber daya dan mengatur mana yang lebih pentinguntuk diprioritaskan, akan menggerakkan kearah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.
    • Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis.

    Proses keempat ini akan memberikan strategis learning kepada perusahaan. Dengan Balanced Scorecard sebagai pusat sistem perusahaan, maka perusahaan melakukan monitoring terhadap apa yang telahdihasilkan perusahaan dalam jangka pendek.

     

    Source: http://www.symphonytech.com/articles/bscard.htm

     

     

    Jadi organisasi sangat membutuhkan untuk menerapkan Balanced Scorecard sebagai satu set ukuran kinerja yang multi dimensi. Hal ini mencerminkan kebutuhan untuk mengukur semua bidang kinerja yang penting bagi keberhasilan organisasi. Dengan Balanced Scorecard para manajer perusahaan akan mampu mengukur bagaimana unit bisnis mereka melakukan penciptaan nilai saat ini dengan tetap mempertimbangkan kepentingan-kepentingan masa yang akan datamg. Balanced Scorecard memungkinkan untuk mengukur apa yang telah diinvestasikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur, demi perbaikan kinerja dimasa depan

     

    http://www.academia.edu/9243704/makalah_akuntansi_manajemen_tentang_balance_scorecard dan http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/balanced-scorecard-definisi-konsep-dan.html

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: