Breaking News

    Peran Psikologi Forensik dalam Proses Penyidikan

    Peran Psikologi Forensik dalam Proses Penyidikan

    Psikologi forensik semua bentuk pelayanan psikologi yang dilakukan dalam proses hukum. Menurut Baron dan Byme (2004) Psikologi forensik merupakan penelitian dan teori psikologi yang berkaitan dengan efek-efek faktor kognitif, afektif, dan perilaku terhadap proses hukum. Karena itu, seringkali psikolog, khususnya yang berkecimpung di bidang forensik, diminta bantuannya sebagai saksi ahli dan konsultan ruang sidang. Dalam perkembangannya, menurut Munsterberg, psikologi forensik merupakan gambaran kegiatan penyidikan dengan cara menganalisis tindakan-tindakan yang dilakukan oleh tersangka dari sisi psikologis untuk membantu proses pembuktian tindak pidana.

    Michael Nietzel (1986) mengemukakan bahwa aspek penting dari psikologi forensik adalah kemampuan psikolog dalam memberikan argumen di pengadilan, mereformulasi penemuan psikologi ke dalam bahasa legal dalam pengadilan dan menyediakan informasi kepada personel legall agar dapat dimengerti.

    Penyidik berkewajiban untuk memeriksa gangguan kejiwaan terhadap tersangka untuk mengetahui kesehatan kejiwaan tersangka tersebut. Maka peran dari psikology forensik sebagai saksi ahli yang berkompeten dan mempunyai kompetensi untuk menentukan kondisi kejiwaan tersangka tersebut sangatlah diperlukan dalam penyidikan. Beberapa peran yang dilakukan psikolog forensik dalam proses hukum di antaranya adalah:

    1. Psikologi forensik dapat membantu penyidik dalam proses penyidikan maupun penyelidikan untuk mengetahui kondisi kejiwaan dari pelaku, apakah pelaku tersebut benar benar gila atau hanya pura-pura gila.

    2. Psikologi forensik mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan kejiwaan pelaku dalam bentuk surat keterangan dari saksi ahli yang menyatakan pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

    3. Psikologi forensik membantu penyidik dalam proses pemeriksaan. Pelaku yang memiliki gangguan kejiwaan cenderung diam dan susah dimengerti bahasanya oleh penyidik, sehingga dengan menggunakan keilmuan psikologi forensik melalui pendekatan psikologis akan mampu menggali banyak keterangan yang akan membantu penyidik mempermudah proses penyidikan.

    4. Psikologi forensik memberi masukan dan bantuan kepada penyidik tentang langkah-langkah penyidik dalam pengawal pelaku dalam hal pengawasan untuk keselamatan pelaku dan tahanan lainnya di Polres/Polsek selama dalam proses tahap penyidikan kepolisian, hingga ke proses pengadilan.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: