Breaking News

    Peraturan Cuti Tahunan, Adakah?

    Peraturan Cuti Tahunan, Adakah?

    Sampai dengan saat ini cuti tahunan di Indonesia masih berada di angka sekurang-kurangnya 12 hari setelah pekerja bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus, menurut Pasal-79 ayat (2) huruf c UU 13/2003 sebagai payung hukum ketenagakerjaan saat ini. Perlu kita perhatikan kata “SEKURANG-KURANGNYA” dalam pasal tersebut memberikan makna “paling sedikit” atau “minimal” yang artinya dalam praktek diperkenankan untuk diberikan di atas 12 hari.

    Mengenai masa kerjanya, dalam pasal tersebut hanya mengatur mengenai terlewatinya waktu 12 bulan bekerja terus-menerus sebagai syarat mendapatkan cuti tahunan yang (sekurang-kurangnya) 12 hari tersebut. Dalam praktek di perusahaan, masih sangat banyak yang menggunakan jumlah minimum (standard) tersebut. Praktek ini tidak salah sama sekali.

    Sebagian yang lain di beberapa perusahaan, sudah ada yang mulai memberikan penambahan jumlah cuti tahunan yang disesuaikan dengan masa kerja (diterapkan sebagai salah satu bagian dari rewarding dan retention program). Ada yang menggunakan kelipatan 5 tahunan untuk mendapatkan tambahan cuti tahunan sebanyak jumlah tertentu, ada pula yang menggunakan kelipatan per 2 tahun, atau bahkan per tahun. Seluruhnya menjadi domain kebijakan perusahaan.

    Yang perlu diperhatikan lebih jauh adalah, pada saat perusahaan akan menentukan kebijakan yang lebih tinggi dari perundangan tersebut pastikan bahwa perusahaan mencantumkannya dalam sebuah kebijakan detil yang tidak membawa perusahaan pada kesulitan di kemudian hari (contoh; bagaimana perhitungannya, penerapannya, akumulasinya, hangusnya, dapat diuangkan atau tidak, dan lain-lain). Secara singkat dan sederhana, begitulah perundangan ketenagakerjaan kita mengatur mengenai hak cuti tahunan. Perusahaan dapat menerapkan ketentuan mengenai cuti tahunan yang lebih baik dari perundangan.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: