Breaking News

    Perbedaan Employee dan Employer Branding

    Perbedaan Employee dan Employer Branding

    Terkadang perbedaan istilah tidak terlalu berarti karena tidak membuat banyak perbedaan. Tetapi tidak demikian halnya dengan perbedaan antara employEE branding dan employER branding. Hanya berubah satu huruf namun perbedaan yang sangat besar.

    Employer Branding

    Employer branding adalah tentang menciptakan “rasa” dari suatu tempat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi. Ini adalah praktik membangun karakter atau reputasi suatu organisasi sebagai tempat untuk bekerja, terutama dengan menyelaraskan perekrutan dan praktik SDM eksternal dengan citra, reputasi, dan identitas yang ingin dimiliki oleh organisasi. Idenya adalah bahwa organisasi menciptakan rasa ‘seperti apa rasanya bekerja di sini’ sebagai cara untuk menarik tidak hanya calon karyawan, tetapi lebih khusus lagi jenis karyawan yang akan cocok di dalam organisasi.

    Employer branding adalah praktik yang masuk akal, mungkin bahkan praktik yang sangat diperlukan, jika organisasi mempertimbangkan betapa sulitnya dikatakan untuk menemukan orang yang tepat untuk mengisi organisasi. Ketika sebuah organisasi menarik karyawan potensial yang tepat, biaya orientasi, sosialisasi, dan training karyawan baru ini akan berkurang.

    Ini hanyalah sebuah latihan authentication (keaslian) dari organisasi untuk kandidat dapat bekerja dan memiliki pandangan yang akurat tentang organisasi sebagai tempat untuk bekerja. Idealnya employer branding ini akan cukup mendekati situasi sebenarnya jika seseorang bekerja di organisasi tersebut. Jika tidak, organisasi akan berakhir dengan karyawan yang mengira mereka bergabung dengan satu organisasi hanya untuk mengetahui bahwa mereka telah menandatangani kontrak bekerja di tempat yang sangat berbeda. Employer branding adalah tentang menciptakan rasa organisasi sebagai pemberi kerja, yang akan menarik jenis karyawan baru yang tepat.

    Employee Branding

    Employee Branding atau branding karyawan adalah praktik yang berbeda sama sekali dengan employer branding. Ini semua tentang mempengaruhi perilaku anggota organisasi. Branding karyawan adalah praktik untuk ‘menyelaraskan’ perilaku karyawan dan sudut pandang karyawan mengenai citra yang ingin organisasi proyeksikan kepada pelanggan dan pemangku kepentingan eksternal. Branding karyawan mengambil citra organisasi – karakteristik dan atribut yang ingin organisasi proyeksikan tentang dirinya sendiri — dan mengesankan itu melalui karyawan.

    Branding karyawan adalah taktik untuk menghasilkan perilaku yang sesuai citra organisasi, perilaku yang mengekspresikan, menyajikan, dan melakukan atribut yang diinginkan oleh organisasi sebagai bagian dari reputasi atau citranya. Hal ini dilakukan untuk mencoba mempengaruhi interaksi antara karyawan dalam organisasi serta antara karyawan dan pemangku kepentingan eksternal. Idenya adalah bahwa suatu organisasi dapat memperkuat klaimnya terhadap atribut-atribut yang diinginkannya ketika karyawan menunjukkan atribut-atribut ini.

    Program branding karyawan termasuk pelatihan kerja reguler, pelatihan dalam layanan pelanggan atau interaksi pelanggan, orientasi perusahaan, dan pendidikan mengenai citra perusahaan. Program branding karyawan yang dikembangkan dengan baik juga mencakup pelatihan berkelanjutan, evaluasi kinerja, dan sistem penghargaan yang mendukung penampilan karyawan tentang perilaku merek.

     

    sumber:
    http://authenticorganizations.com/harquail/2009/06/24/employer-branding-vs-employee-branding/#sthash.hsPqTn3l.dpbs

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: