Breaking News

    Perbedaan Psikologi Positif dengan Mental Hygiene

    Perbedaan Psikologi Positif dengan Mental Hygiene

    Di permukaan, psikologi positif dan mental hygiene tampak serupa karena keduanya berfokus pada orang-orang yang tidak sakit mental, berbeda dengan bagaimana psikologi “reguler” biasanya berfokus pada diagnosis penyakit jiwa dan pengobatan.

    Kedua psikologi positif dan mental hygiene sama-sama fokus dalam memperhatikan intervensi mereka yang dapat membantu membuat hidup seseorang menjadi lebih baik dengan cara apa pun. Dengan kata lain, para pendukung mental hygiene movement dan psikolog positif tampaknya sebagian besar berfokus untuk membantu orang rata-rata melalui intervensi sosial.

    Walaupun terdapat kesamaan, psikologi positif dan mental hygiene juga tetap memiliki perbedaan. Tujuan utama mental hygiene adalah untuk menghindari perkembangan penyakit jiwa pada kepribadian seseorang sedangkan tujuan utama psikologi positif adalah meningkatkan tingkat kesejahteraan individu secara keseluruhan.

    Ini adalah perbedaan yang penting, karena pergerakan mental hygiene mungkin mempertimbangkan perkembangan penyakit jiwa menjadi kegagalan dalam mencapai tujuan mereka, sehingga seseorang yang sudah sakit mental sebenarnya berada di luar jangkauan mereka.

    Psikologi positif, bagaimanapun, tidak sepenuhnya terbatas pada pencegahan namun lebih tertarik untuk meningkatkan kesejahteraan semua orang termasuk mereka yang menderita penyakit jiwa. Dengan demikian memperlakukan seseorang yang menderita depresi dengan baik berada dalam lingkup psikolog positif.

    Hal ini menunjukkan bahwa psikologi positif memiliki fokus yang lebih inklusif daripada gerakan higiene mental dan menerapkan pendekatan yang lebih ramah kepada mereka yang sudah menderita penyakit jiwa.

    Para psikolog positif mungkin juga bersikap kurang menghakimi daripada para penggerak mental hygiene yang tujuannya bukanlah untuk patologis dan memberantas perilaku tertentu. Psikolog positif berperan dapat mengidentifikasi tingkat kesejahteraan yang rendah dan mencari cara untuk meningkatkannya.

    Hal ini menunjukkan bahwa mental hygiene pada akhirnya merupakan bentuk kontrol sosial, karena tujuannya adalah menghindari penyakit jiwa demi masyarakat.

    Tujuan akhir psikologi positif, bagaimanapun, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan individu demi kepentingannya sendiri. Artinya, alasan psikolog positif bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah agar orang-orang itu dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, daripada mengubah perilaku orang sebagai alat untuk mencapai tujuan.

    Sementara meningkatkan kesejahteraan individu mungkin secara tidak langsung dapat membawa masyarakat yang lebih baik, psikologi positif lebih terfokus pada individu daripada mental hygiene yang pada akhirnya berfokus pada perbaikan masyarakat sekitar individu tersebut.

    Sumber:
    https://positivepsychologyprogram.com

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: