Breaking News

    Perkembangan Gambar pada Anak (II)

    Perkembangan Gambar pada Anak (II)

    Manusia merupakan makhluk unik yang tidak sama satu dengan lainnya, tak terkecuali pada anak. salah satu kegiatan yang seringkali dilakukan anak ialah menggambar. Menilai gambar anak dalam perkembangan usianya tentu tidak mudah. Selain usia yang semakin bertambah, pola pikir, berikut pengalamannya pun ikut bertambah. Hal ini berpengaruh pada kemampuan anak dalam menggambar. Langeveld mengemukakan bahwa perkembangan jiwa anak hingga remaha sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat anak berkembang.

    Cyril Burt, Italo L,de Francesco dan Victor Lowenfeld adalah adalah tiga pakar pendidik yang melakukan penelitian khusus dibidang perkembangan kemampuan menggambar pada kanak-kanak. Ketiganya memiliki tahap perkembangan gambar anak.

    Berikut adalah tahap perkembangan gambar anak menurut Cyril Burt:
    1. goresan yang tak teratur (2thn): goresan tak terarah dalam menggores dengan goresan lurus, membusur dengan arah sembarang seperti horisontal, vertikal atau diagonal.
    2. goresan teratur(3thn): goresan terarah dalam menggores yang berupa goresan melingkar atau spiral.
    3. goresan berdasarkan intuisi anak (4thn): goresan intuitif yakni goresan dengan bentuk tertentu yang diperoleh secara kebetulan
    4. goresan yang terlokalisir (5thn): Goresan lokalisasi ialah goresan melingkar, vertikal, horisontal dan diagonal dibuat mengelompok pada salah satu bidang gambar, seperti bidang samping kiri, kanan, atas atau bawah
    5. Masa simbolisme diskriptif (6 thn): masa simbolisme deskriptif, seorang anak menamai gambarnya, meskipun tidak mirip dengan bentuk aslinya
    6. Masa realisme deskriptif (7-8 thn): merupakan masa realisme deskriptif. Pada usia ini anak merasakan adanya kenyataan nyata dari apa yang dilihat, tetapi belum mampu mengungkapkan dengan cara yang benar
    7. Masa visual realisme (9-10 thn): masa visual realisme, dimana anak mampu menggambar bentuk dan warna obyek cenderung mirip aslinya, meskipun bila diamati dengan cermat masih banyak ditemukan bagian-bagian gambar yang tidak mirip dengan obyek aslinya
    8. Masa perwujudan(11- 14 thn): merupakan masa perwujudan dengan ciri-ciri umum dengan gambar yang dibuat jauh lebih mirip dengan obyek aslinya., meskipun dengan proporsi yang tidak tepat dengan obyek aslinya
    9. Masa revival (15-17 thn): adalah masa revival, yakni masa anak mencoba menggambar untuk menghidupkan kembali obyek yang pernah dilihatnya. Ciri umum ialah pengungkapan dimensi ruang dan kedalaman menjadi usaha serius, misalnya dengan memperhatikan terang gelapnya obyek jika ditimpa cahaya dari arah sudut tertentu.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: