Breaking News

    Perkembangan MMPI di Indonesia

    Perkembangan MMPI di Indonesia

    Mulai tahun 1972 karena para psikiater merasa perlunya mengunakan MMPI sebagai instrumen bantuan dalam klinik psikiatri. Dalam tahap pertama diadakan penerjemahan dari butir MMPI tanpa melihat apakah butir-butir itu dapat diaplikasikan terhadap orang Indonesia. Dari hasil percobaan, tampak bahwa MMPI yang diterjemahkan saja tidak dapatmemberikan gambaran yang dapat dipercaya tentang dimensi-dimensi gangguan jiwa pada seseorang. Ini disebabkan karena:


    1. Bahasa yang digunakan terlalu kompleks dan kurang dimengerti maksudnya oleh subyek yang mengisi MMPI
    2. Terdapat banyak butir-butir yang tidak sesuai dengan keadaan dan bumi Indonesia, begitu pula gejala-gejala yang dianggap wajar di Amerika tetapi di Indonesia tidak lazim.
    3. Scoring yang berlaku untuk orang amerika tidak dapat begitu saja digunakan pada orang Indonesia
    4. Banyak butir sama sekali tidak dimengerti orang Indonesia, karena kurang relevan
    5. Fenomenologi gejala yang berbeda, misalnhya jalan melompat sejumlah tegel




    Berdasarkan pengalaman itu akhirnya dibentuk tim penguji yang akan mengkaji setiap butir, diambil yang sesuai dengan keadaan orang Indonesia dan membuang yang kurang relevan. Bahasanya pun disederhanakan sejelas mungkin dan sependek mungkin. Setelah diadaptasi ulang dengan revisi atas kekurangan dari MMPI edisi I, dengan team terdiri dari 3 psikiater dan 2 psikolog disusunlah MMPI versi Indonesia yang hasilnya dicoba pada sejumlah mahasiswa normal dari hasil inilah disusun skoring untuk orang Indonesia. Publikasi mengenai hasilnya telah dilakukan dalam kalangan terbatas. Setelah melalui penelitian lebih luas, MMPI edisi 2 beserta normanya diterima.



    Sumber:
    Tes Inventory, http://www.mercubuana.ac.id

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: