Breaking News

    Plus Minus Bekerja Di Perusahaan Keluarga

    Plus Minus Bekerja Di Perusahaan Keluarga

    Bekerja bersama keluarga bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya. Namun, pada saat yang sama, ada beberapa tantangan yang berkaitan dengan bisnis keluarga, misalnya perselisihan dan perlakuan yang dianggap tidak seimbang di antara karyawan. Ini yang perlu Anda perhatikan saat Anda bekerja di perusahaan keluarga. 

    Keluarga dan Bisnis 

    Sejak awal, sebaiknya Anda memiliki mindset berbeda dan memisahkan antara hal-hal yang berkaitan dengan bisnis dan pribadi. Jika mulai bekerja sebagai staf, perlakukan diri sendiri sebagai karyawan dari sebuah perusahaan yang profesional. Mindset bahwa perusahaan adalah milik orang tua atau kakak kandung membuat Anda tampil tidak profesional. 

    Menanggapi Konflik

    Permusuhan atau konflik pasti akan terjadi dalam setiap perusahaan milik publik ataupun keluarga. Namun, ada cara untuk menyikapi konflik yang mungkin tidak bisa dihindari dan menghindari konflik yang tidak perlu terjadi. Anda perlu memahami cara untuk menempatkan diri, memandang diri tidak lebih tinggi dari karyawan lain, dan memiliki tanggung jawab yang sama.  

    Menciptakan Komunikasi Terbuka

    Inti dalam komunikasi adalah trust yang merupakan perjalanan dua arah atau timbal balik. Trust tidak akan tercipta jika Anda tidak mempercayai orang lain. Akibatnya, keterbukaan dari orang lain akan tertutup.

    Plus Minus Bekerja di Perusahaan Keluarga:

    1. Perusahaan keluarga rentan dengan konflik. Usahakan agar Anda tak terlibat dalam konflik tsbt. Saat mulai bekerja, yg harus Anda lakukan adalah mengenal setiap anggota keluarga dan mengetahui jabatan yg mereka pegang. Di masa depan, ini akan bisa membantu Anda mengetahui apakah sedang terjadi perpecahan di antara mereka atau tidak.
    2. Perusahaan keluarga umumnya mengesampingkan jenjang karier. Bagaimana pun dan apapun yg terjadi anggota keluarga akan menempati posisi-posisi penting, padahal belum tentu mereka ahli di bidangnya. Bila ingin tetap bertahan di perusahaan tersebut, ada baiknya Anda melakukan pendekatan dgn atasan. Bukan untuk menjilat, tapi komunikasi secara intensif agar pekerjaan berjalan lancar.
    3. Hambatan paling utama adalah tdk adanya profesionalisme. Bisa dimaklumi karena perusahaan keluarga sering kesulitan menerapkan batasan antara wewenang dalam perusahaan dan posisi dalam keluarga. Kalau menghadapi hal seperti ini, ada baiknya Anda membicarakannya pada bagian SDM.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: