Breaking News

    Psikologi Positif untuk Kesehatan Mental

    Psikologi Positif untuk Kesehatan Mental

    World Health Organization/WHO mendefinisikan kesehatan mental sebagai suatu keadaan yang sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, serta tidak adanya penyakit dan gangguan jiwa. Jadi, orang yang mengalami gangguan kepribadian, depresi, dan fobia, misalnya, dapat dikatakan sebagai orang yang tidak sehat mental. Kita seringkali mengaitkan istilah kesehatan mental dengan tidak adanya gangguan-gangguan psikologis tersebut. Hal inilah yang diantaranya dapat menjadi kemungkinan tidak teratasainya gangguan-gangguan psikologis dengan cepat. Kebanyakan kita menganggap bahwa jika kita tidak menderita “kegilaan”, kita tentunya baik-baik saja secara mental. Kita mungkin tidak pernah memikirkan bahwa menjadi “gila” adalah penjumlahan dari berbagai persoalan-persoalan kecil dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Pertanyaannya lantas seperti apa upaya kita mencapai kesehatan mental? Salah satu jawaban adalah dengan pendekatan psikologi positif. Psikologi positif adalah salah satu cabang dari psikologi yang berkembang pesat pada awal abad ke-21. Psikologi positif adalah ilmu pengetahuan dan aplikasi yang berhubungan dengan studi tentang kekuatan psikologi (psychological strengths) atau dalam istilah lainnya adalah kekuatan diri manusia (human strenghts) dan emosi positif (Snyder dan Lopez, 2007).  Berkembangnya psikologi positif didasarkan pada kenyataan bahwa manusia tidak hanya ingin terbebas dari masalah, tetapi juga mendambakan kebahagiaan. Sejak dulu, manusia selalu dipandang sebagai makhluk yang bermasalah padahal manusia juga memiliki sisi positifnya. Manusia dilahirkan dengan membawa banyak kebaikan dan kebaikan itulah yang perlu dikembangkan. Seligman (2002) menyatakan bahwa tujuan psikologi positif adalah untuk mempercepat perubahan dalam psikologi yang hanya berfokus pada upaya memperbaiki hal-hal terburuk dalam hidup menjadi upaya membangun kualitas terbaik dalam hidup. Suatu kekuatan diri positif memberikan kontribusi untuk berbagai pemenuhan yang dapat mengantarkan pada kualitas hidup yang baik untuk seseorang (Peterson & Seligman, 2004). Kualitas hidup yang baik akan dapat mengantarkan individu mencapai kesehatan mental. Indikator kesejahteraan suatu masyarakat dapat dilihat dari tingkat kesehatan mentalnya.

    Dalam kehidupan sehari-hari berbagai ritual dapat kita lakukan untuk mengembangkan kekuatan diri kita. Kita mulai dengan merefleksikan kekuatan dan kelemahan kita. Kita mengidentifikasi kekuatan-kekuatan kita dan mengembangkannya. Kemudian, kita bisa meluangkan waktu di awal hari kita dan atau di akhir hari kita untuk mensyukuri hal-hal dalam kehidupan kita. Kita masih hidup sampai hari ini, kita berhasil mencapai target hari ini, dan sebagainya. Kita bisa  memutuskan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti kita. Kita mengajak orang-orang yang kita sayangi, keluarga dan teman-teman, untuk jalan bersama atau menikmati aktivitas menyenangkan lainnya. Kita menonton video yang lucu dan menginspirasi. Kita mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

    Pada dasarnya kita memang tetap memerlukan pihak lain di luar diri kita untuk bisa mencapai kesehatan mental. Pun ketika kita melakukannya sendiri, terkadang kita tetap memerlukan informasi yang terkait bagaimana mengembangkan kekuatan diri kita. Pada kasus-kasus gangguan mental berat memang kita sudah wajib mendatangi pihak yang bisa menolong kita. Namun, kita bisa menjadi bagian dalam upaya mencapai kesehatan mental, terutama dari sisi pencegahannya. Psikologi positif mengajak kita semua untuk bisa mengembangkan kekuatan diri untuk mencapai kebahagiaan yang akan meningkatkan kualitas kehidupan kita dan dengan demikian kita bisa mencegah diri kita memasuki pintu-pintu gangguan mental yang berat.

    Sumber:
    http://ferayafera.blogspot.co.id
    http://halojiwa.blogspot.co.id

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: